Ratusan Jemaah Umrah Tertunda, Ditjen PHU Panggil First Travel

Misbahol Munir    •    Rabu, 19 Apr 2017 12:55 WIB
ibadah umrah
Ratusan Jemaah Umrah Tertunda, Ditjen PHU Panggil First Travel
Andika Surachman (kiri), pemilik perusahaan jasa perjalanan umrah First Travel. Foto: MTVN/Suci Sedya Utami

Metrotvnews.com, Jakarta: Perusahaan biro perjalanan umrah First Travel yang tengah naik daun dipanggil Ditjen Penyelenggaraan Haji Kementerian Agama. Pemanggilan ini dimaksudkan untuk mengklarifikasi masalah penundaan keberangkatan ratusan jemaah umrah.

Direktur First Travel Andika beserta jajarannya hadir di Kemenag pada Selasa 18 April kemarin siang ditemui langsung Direktur Umrah dan Haji Khusus Muhajirin Yanis.

Dilansir dari kemenag.go.id, Muhajirin mengungkapkan, pemanggilan ini untuk mencocokkan hasil temuan di lapangan terkait ratusan jamaah yang tertunda keberangkatannya.

"Kami panggil First Travel untuk mengklarifikasi berbagai hal yang berkembang di lapangan, terutama terkait adanya sekitar 270 jemaah yang tertunda keberangkatannya. Juga melakukan crosscheck atas data yang ditemukan di lapangan untuk mengetahui penyebab sesungguhnya," ujar Muhajirin yang didampingi, Kasubdit PIHK Iwan Dartiwan dan Plh Kasi Pengawasan Zakaria Ansori usai pertemuan dengan First Travel, Rabu 19 April 2017.

Muhajirin juga menanyakan masalah penjadwalan ulang keberangkatan sejumlah jemaah umrah First Travel. Mantan Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo ini mengaku mendapatkan keluhan tentang adanya sejumlah jemaah yang mengalami penundaan pemberangkatan.

Muhajirin menjelaskan, ada juga jemaah yang mengadu terkait urutan keberangkatan. Meski mendaftar lebih dahulu, justru jemaah lain yang mendaftar belakangan didahulukan.

"Ada temuan di lapangan, jemaah yang seharusnya berangkat belakangan, didahulukan. Jemaah yang seharusnya berangkat lebih awal mengetahui itu, sehingga mereka bereaksi dan menuntut ada kepastian keberangkatan," kata dia.

Muhajirin telah meminta First Travel segera memberikan jadwal keberangkatan yang pasti kepada jemaah. Selain itu, Fist Travel juga diminta segera mendata ulang jemaah yang mendaftar promo sejak tahun 2015 dan hingga saat ini belum mendapatkan jadwal keberangkatan atau sudah mendapat jadwal tapi masih tertunda.

"Mereka berkomitmen untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan keberangkatannya. Apa yang telah menjadi kesepakatan bersama, pihak Kemenag akan terus memantau dan mendalami apakah ini betul-betul dilaksanakan," tambahnya.

Direktur Utama First Travel AndikaSurachman mengaku saat ini pihaknya tetap fokus melayani jemaah. Menurutnya, anggapan dan penilaian yang saat ini berkembang di luar mengenai First Travel menjadi vitamin untuk terus melayani jemaah.

"Kita tetap melakukan kegiatan untuk melayani jemaah sampai semuanya selesai," kata Andika.

Kesempatan bertemu pihak Kementerian Agama, kata Andika, juga menjadi sarana menjalin komunikasi yang baik sekaligus meluruskan segala perspektif yang beredar di luar. "Semua sudah kita jelaskan dan semoga ini menjadi terjalinnya (komunikasi) lebih baik," kata Andika.


(MBM)

Kubu Novanto Ajukan Saksi Meringankan

Kubu Novanto Ajukan Saksi Meringankan

3 hours Ago

Langkah tersebut tercantum dalam ketentuan Pasal 65 KUHAP terkait dengan pemanggilan saksi meri…

BERITA LAINNYA