Ratusan Ribu Orang akan Deklarasi Melawan Radikalisme

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 13 Oct 2017 07:00 WIB
radikalisme
Ratusan Ribu Orang akan Deklarasi Melawan Radikalisme
Ilustrasi -- Foto: Antara/ Muhammad Adimaja

Metrotvnews.com, Jakarta: Pimpinan perguruan tinggi dan mahasiswa seluruh Indonesia akan menggelar aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme secara serentak di seluruh Indonesia. Aksi ini rencananya berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta, pada 28 Oktober 2017.

"Gelaran acara dalam bentuk kuliah akbar dan orasi kebangsaan, serta pembacaan Deklarasi PT melawan radikalisme, rencananya akan dilakukan di 350 kabupaten/kota pada 34 propinsi dengan melibatkan 4,5 juta peserta, terdiri dari pimpinan perguruan tinggi dan civitas akademika baik mahasiswa, dosen, serta staf di perguruan tinggi," kata Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) Maruarar Siahaan dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis 12 Oktober 2017.

Peserta aksi diperkirakan mencapai 150.000 orang. Massa tersebut terdiri dari mahasiswa, dosen, civitas akademik yang setia kepada Pancasila dan menolak paham radikalisme di kampus.

"Kegiatan yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ini, dapat menjadi spirit bagi kalangan pemuda mahasiswa di perguruan tinggi untuk merevitalisasi kembali nilai-nilai dan semangat Sumpah Pemuda agar dapat kembali diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai modal bersama mewujudkan Indonesia yang aman, adil, makmur dan sejahtera," jelas wakil dekan III Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atmajaya Tommy Nugroho Tanumihardja.

Para pimpinan perguruan tinggi seluruh Indonesia sebelumnya telah melakukan pertemuan di Bali, pada 25-26 September 2016. Pertemuan yang diikuti lebih dari 3.000 pimpinan perguruan tinggi dan ditutup oleh Presiden Joko Widodo telah menghasilkan sejumlah rekomendasi dan program. Di antaranya, kesepakatan untuk menggelar aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme secara serentak di seluruh Indonesia pada 28 Oktober nanti.

"Dekarasi tersebut juga sebagai langkah mempertegas sikap perguruan tinggi se-Indonesia bersama civitas akademika di masing-masing kampus untuk melawan radikalisme dan intoleransi, serta menjadi benteng bagi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkas dia.


(Des)