Bahayakan Keselamatan, Menhub Larang Penerbangan Balon Udara

Marcheilla Ariesta    •    Sabtu, 16 Jun 2018 17:45 WIB
hari raya idul fitriIdulfitri 1439 H
Bahayakan Keselamatan, Menhub Larang Penerbangan Balon Udara
Ilustrasi penerbangan balon udara - ANT/Harviyan Perdana Putra.

Jakarta: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan larangan menerbangkan balon udara. Dia bilang hal tersebut membahayakan keselamatan penerbangan.

"Saya mengimbau masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara karena membahayakan pesawat yang membahayakan penumpang juga membahayakan masyaraka," kata Budi dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Sabtu, 16 Juni 2018. 

Budi menuturkan hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Bagi yang melanggar, dapat diancam pidana dua tahun penjara dan denda Rp500 juta. 

Pelanggar juga bisa mendapat sanksi dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Menhub mengatakan, festival balon udara bisa dilaksanakan. 

Namun, balon harus ditambatkan dengan tali atau terkait dengan pemberat di darat.
Dia menambahkan, tinggi balon maksimal tujuh meter dengan ketinggian penerbangan hingga 150 meter. 

Budi memastikan, dia bakal berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindak masyarakat yang tetap menerbangkan balon udara. Sebab, tak hanya membahayakan aspek keselamatan penerbangan, balon udara juga dapat mengganggu aliran listrik tegangan tinggi.
 
Pemerintah melarang masyarakat menerbangkan balon udara dalam menyambut 1 Syawal 1439 Hijriah di sejumlah kota di  daerah Jawa Tengah. Pasalnya ketinggian balon udara dapat mencapai 38.000 kaki atau sekitar 11 kilometer. 

Ketinggian tersebut setara dengan jalur pesawat sehingga sangat membahayakan keselamatan penerbangan.
 


(REN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA