Mensos: Anak Terduga ISIS Bercita-cita Jadi Pilot, Dokter dan Petinju

Anindya Legia Putri    •    Selasa, 07 Feb 2017 04:33 WIB
wni gabung isis
Mensos: Anak Terduga ISIS Bercita-cita Jadi Pilot, Dokter dan Petinju
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius (kanan). (Foto: MTVN/Anindya Legia Putri).

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Bambu Apus, Jakarta Timur. Di sana, ada 75 WNI terduga ISIS yang dideportasi dari berbagai negara, termasuk Turki.

Khofifah mengungkapkan, saat ini proses trauma healing dan trauma konseling tengah dilakukan, utamanya kepada anak-anak sebelum nantinya mereka kembali ke daerah masing-masing.

Saat ditanya perihal kondisi anak-anak WNI yang dideportasi dari Turki, Khofifah mengatakan seluruhnya dalam kondisi baik. Setelah diassesment oleh tim layanan dukungan psikososial, Kemensos membuat pohon harapan untuk melihat cita-cita yang dimiliki anak-anak tersebut.

Hasilnya, kata Khofifah, cukup membanggakan karena mereka memiliki cita-cita yang sangat tinggi. Oleh karena itu mereka harus dituntun, diarahkan, dibimbing, dan dikawal sehingga memperoleh pendidikan yang bisa mengantarkannya meraih cita-cita tersebut.

"Ada yang ingin jadi pilot, tentara,  guru, petinju dan sebagainya. Ada yang ingin jadi dokter termasuk dokter hewan. Nah harapan-harapan mulia anak-anak ini harus dikawal oleh orang tuanya," papar Mensos di RPSA Bambu Apus, Jakarta Timur, Senin 6 Februari 2017.

Mengenai usia bervariasi. Ada yang SMA, SMP, SD, bahkan ada yang masih berusia tiga minggu.

Sementara itu, Kepala PSBR Bambu Apus Bina, Remaja Ignatias Sriwuwuh, mengatakan bahwa pemerintah telah memberikan segala fasilitas untuk membantu menyembuhkan trauma anak-anak.

"Anak-anak diberikan berbagai mainan, untuk hilangkan trauma. Alhamdulillah sekarang sudah mau bermain," ujarnya.
 


(HUS)