Tour de Banyuwangi-Ijen Menyuguhkan Budaya Lokal & Keindahan Alam

Tri Kurniawan    •    Senin, 25 Sep 2017 19:06 WIB
itdbi banyuwangi banyuwangi
Tour de Banyuwangi-Ijen Menyuguhkan Budaya Lokal & Keindahan Alam
Tour de Banyuwangi-Ijen 2016. Foto: dok Pemkab Banyuwangi

Metrotvnews.com, Banyuwangi: Pembalap International Tour de Banyuwangi-Ijen (ITdBI) akan disuguhi kebudayaan lokal dan pemandangan alam Banyuwangi, Jawa Timur. Sebelum pembukaan, para pembalap akan diajak melepas tukik di Pantai Cacalan sebagai bentuk kampanye konservasi pantai. 
 
Para pembalap mulai tiba di Banyuwangi, Sabtu pekan lalu. Sebanyak 100 pembalap yang tergabung dalam 20 tim dari 29 negara dipastikan bertanding dalam ITdBI.
 
Senin 25 September, para pembalap mulai latihan, mereka melintasi beberapa ruas jalan untuk pemanasan sekaligus berdaptasi dengan kondisi cuaca di Banyuwangi.
 
ITdBI 2017 akan dihelat pada 27 September hingga 30 September. Pembalap akan menjalani empat etape dengan total lintasan sepanjang 533 kilometer. Peserta antara lain PCS Cycling Team, tim pro asal Belanda; Pishgaman Continental Team asal Iran, LX Cycling Team asal Korea, 7 eleven RBP asal Filipina, dan BRCC dari Indonesia.   
 
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, hingga hari ini, persipan teknis ITdBI sudah mencapai 90 persen. Mulai dari persiapan keamanan, jalur lintasan, fasilitas kesehatan, hingga kesiapan venue acara yang menjadi lokasi start maupun finish.


Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Foto: dok Pemkab Banyuwangi

Anas menjelaskan, sejak dimulai pada 2012, balap sepeda kategori 2.2 ini memadukan olahraga dengan pariwisata. Untuk itu, selain persiapan teknis terus dimatangkan, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah atraksi seni-budaya.
 
“Karena Tour de Banyuwangi-Ijen menjadi balap sepeda terbaik di Indonesia, tentunya ini menjadi perhatian banyak pihak. Dan ini kami manfaatkan sebagai sarana promosi internasional bagi Indonesia, khususnya Banyuwangi,” kata Anas, Senin 25 September 2017.
 
Pembukaan ITdBI sekira pukul 19.00 WIB, Selasa 26 September di Taman Blambangan, di mana semua pembalap akan hadir dan mengenalkan diri. Sebelum opening, sore hari mereka akan diajak melepas tukik di Pantai Cacalan.



Tour de Banyuwangi-Ijen 2016. Foto: dok Pemkab Banyuwangi

Saat di etape empat nanti, pembalap akan mengawali balapan dari Pondok Pesantren Darussalam. "Ini sebagai kampanye kepada dunia internasional bahwa Islam khususnya di Indonesia tetap menjunjung tinggi toleransi,” jelas Anas.  

Klik: Tour de Banyuwangi-Ijen Diikuti Pembalap Terbaik

Selain budaya pesantren, para pembalap dan wisatawan juga disuguhi sejumlah destinasi seperti Pantai Watudodol, Bangsring Underwater, Dusun Kakao di Kecamatan Glenmore, dan tentu saja kaki Gunung Ijen yang kawahnya memancarkan fenomena api biru. Di lokasi start dan finish setiap etape juga akan disuguhkan beragam atraksi seni yang berbeda.
 
“Banyuwangi siap memberikan kompetisi yang tidak hanya bergengsi, tapi juga menantang dan memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pembalap, karena kami memadukannya dengan budaya. Jadi ini ajang balap sepeda internasional yang unik. Publik luar senang karena baru kali ini lihat ada balap sepeda tapi di sepanjang rute ada salawatan, tari, sampai musik lokal," papar Anas.


(TRK)