Anggota Komisi III Pertanyakan Novel Harus Dibawa ke Singapura

Renatha Swasty    •    Selasa, 18 Apr 2017 06:00 WIB
novel baswedan
Anggota Komisi III Pertanyakan Novel Harus Dibawa ke Singapura
Novel Baswedan, (ANT/Aprilio AKbar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi III DPR Dwi Ria Latifah mempertanyakan alasan KPK mengobati Novel Baswedan hingga ke Singapura. Tindakan itu dinilai membikin mahal biaya sehingga perlu permintaan pengobatan ke presiden.

"Apakah memang RS kita sudah angkat tangan atau tidak bisa lagi menangani? Karena mengingat biaya cukup besar dan jangka waktu lama," kata Dwi saat rapat dengar pendapat Komisi III dengan KPK, di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin 17 April 2017.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menjelaskan, sebelum dibawa ke Singapura pihak KPK sudah lebih berkonsultasi dengan dokter ahli di Jakrta Eye Center. Laode saat itu mempertanyakan soal penyembuhan yang lebih bagus.

Dokter ahli di JEC menyarankan supaya Novel dibawa ke Singapura. Dokter ahli di JEC memiliki teman seorang dokter mata yang bagus.

"Karena pertama persiapan pemcakokan kornea tidak ada selalu di sini, kedua tidak semua obat yang dibutuhkan Novel ada di Jakarta," papar Laode.

Laode membeberkan, Novel mengalami kerusakan mata sehingga harus ada sejumlah obat yang diberikan. Salah satunya obat tetes. Nah, obat tetes yang dipakai ke mata Novel belum diperbolehkan masuk oleh BPOM ke Indonesia.

"Obat yang diberikan pada Novel mengandung zat pengawat untuk kebakaran kimia, di sini tidak dianjurkan karena makin banyak ditetesin, ini akan merusak mata, (dokter mengatakan) sebaiknya kalian pergi ke Singapura. Karena itu Walahualam minta pak Sekjen dikirim ke sana. Jadi bukannya kita enggak mampu," tegas Laode.

Dokter ahli yang menangani Novel di JEC kata dia sangat mampu. Bahkan kerap kali melalukam operasi di Singapura. Tapi lantaran keterbatasan itu, si dokter menyarankan supaya Novel dibawa ke Singapura.



(LDS)