Tuntaskan Kasus Nduga di Jalur Hukum

Media Indonesia    •    Sabtu, 08 Dec 2018 10:56 WIB
kelompok bersenjata di papuaPembunuhan Puluhan Pekerja di Papua
Tuntaskan Kasus Nduga di Jalur Hukum
Wakil Ketua LPSK Askari Razak.

Jakarta: Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendukung Polri-TNI menangkap pelaku penembakan 19 pekerja di proyek Trans-Papua Kabupaten Nduga. Namun, langkah itu harus sesuai aturan hukum.
 
"Selain itu, dengan penyelesaian secara hukum pidana, saksi bisa dilindungi LPSK," kata Wakil Ketua LPSK, Askari Razak dikutip dari Media Indonesia, Sabtu, 8 Desember 2018.
 
Korban dan keluarganya juga bisa memperoleh layanan dari LPSK, terutama terkait dengan rehabilitasi. Hal itu mengingat kejamnya tindak pidana tersebut yang menimbulkan trauma mendalam bagi korban selamat.
 
"Trauma tentu harus dipulihkan dan permasalahan masa depan keluarga korban meninggal juga perlu dipikirkan. LPSK dapat memberikan layanan untuk pemulihan medis, psikologis, dan psikososial," lanjut Askari.
 
LPSK melihat ada beberapa instrumen hukum untuk menjerat pelaku, baik melalui KUHP maupun UU Terorisme. Apalagi peristiwa itu sudah menimbulkan korban massal dan ada gangguan keamanan di tempat umum. Terorisme merupakan salah satu tindak pidana yang saksi dan korbannya mendapat prioritas perlindungan dari LPSK.
 
"Bentuk layanannya, selain perlindungan dan rehabilitasi, juga kompensasi atau ganti rugi dari negara," ujar Askari.
 
Anggota Komisi I DPR Arwani Thomafi menekankan perlunya sinergi penuh TNI dan Polri menangani kasus penembakan di Papua. Keduanya memiliki tugas dan peran menyelesaikan masalah itu. "Peristiwa ini menjadi ancaman serius terhadap kedaulatan NKRI dan program pembangunan di Papua," ungkap Arwani.

Baca: Penembakan di Nduga Tak Surutkan Pembangunan Papua

Menurutnya, motif penyerangan sudah bukan lagi kri-minal biasa, melainkan teror bagi keamanan nasional dan mengancam NKRI. Aparat harus tegas dan negara tak boleh kalah.
 
"Perlu pelibatan maksimal aparat TNI, meski tidak mengesampingkan peran Polri dalam pemulihan keamanan di Pa-pua. Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa eksistensi gerakan separatis di Papua masih ada," tutur Arwani.




(FZN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA