Mahasiswa UNS Ciptakan Beton Berkualitas Tinggi

Antara    •    Rabu, 10 Oct 2018 19:47 WIB
Riset dan Penelitian
Mahasiswa UNS Ciptakan Beton Berkualitas Tinggi
Betonisasi, MI/Lilik Dharmawan.

Solo:  Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil menciptakan bahan bangunan beton kualitas tinggi berbahan alam, yaitu dari tulang sapi.  Mahasiswa yang tergabung dalam Tim Semar Solid ini berhasil membuat beton, yang tidak hanya ramah lingkungan, namun juga murah.

"Selain tulang sapi, kami juga menggunakan limbah marmer," kata salah satu anggota tim, Panji Pramayswara Pamilih seperti dikutip dari Antara, Rabu, 10 Oktober 2018.

Ia mengatakan, beton tersebut berjenis self compacting concrete (SCC), atau beton mutu tinggi yang dapat memadat sendiri. Menurut Panji, SCC yang diciptakan oleh tim tersebut ramah lingkungan, juga ramah kantong.

"Karena metode SCC itu membuat beton bisa memadat sendiri tanpa memerlukan vibrasi, atau upaya lain untuk memadatkan beton, kata mahasiswa Teknik Sipil UNS tersebut.

Dalam metode tersebut, kata Panji, limbah marmer dan tulang sapi diolah sebagai bahan campuran dalam beton.  Sebab selama ini, banyak limbah terbuang dari kedua bahan tersebut.

"Akhirnya kami memanfaatkannya. Keduanya dapat membuat beton lebih cepat mengeras dan juga dapat meningkatkan kuat tekan betonnya," katanya.

Baca: UNS Kirim Tim Tanggap Bencana ke Palu

Ia mengatakan, tulang digunakan dalam struktur beton karena memiliki kandungan kalsium oksida (CaO) yang besar. Menurut dia, CaO merupakan komposisi terbesar dalam semen. 

"Begitu juga dengan marmer, memiliki unsur kimia utama, yaitu silikon dioksida/silikat
(SiO2), kalsium oksida (CaO), dan magnesium oksida (MgO)," sebut Panji.

Ia mengatakan, kandungan kimia tersebut sebagian terdapat dalam semen.  Selain unsur kimia, dikatakannya, marmer juga dikenal memiliki kuat tekan yang cukup tinggi.

"Saat diuji, beton kami kuat tekannya mencapai 20 (mega pascal) pada umur 24 jam. Sekitar 41,6 persen dari kuat tekan 28 hari," paparnya.

Anggota lain dalam tim, Yesika Azzukhruf mengatakan, inovasi beton buatan mereka dapat diaplikasikan untuk pembuatan jalan.   Mengingat proses pengerasan beton yang mereka ciptakan tidak memerlukan waktu lama.

"Sebagai perbandingan, jika beton biasa sekitar tiga hari baru dapat 40 persen kuat
tekan. Untuk beton yang kami ciptakan cukup membutuhkan waktu satu hari," tegas Yesika.

Di samping itu, penggunaan kedua bahan tersebut dinilai lebih ekonomis.  Sebab dapat menghemat biaya sekitar 7,78 persen dari pembuatan beton dengan menggunakan material biasa.

Sementara itu, hasil karya tim, sudah melalui serangkaian uji coba dan dilombakan dalam Kompetisi Inovasi Beton Internasional (International Concrete Competition) 2018 yang diadakan oleh Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).  "Pada kompetisi ini kami berhasil meraih penghargaan sebagai juara kedua," jelas Dia.

Adapun, selain Panji dan Yesika, anggota lain yang juga tergabung dalam tim tersebut yaitu Adhirajasa, dan Farhan Nurfi Afriansyah. Keempatnya merupakan mahasiswa Teknik Sipil UNS.


(CEU)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA