Pemerintah Diminta Evaluasi Kurikulum PAUD

Intan Yunelia    •    Kamis, 11 Oct 2018 12:14 WIB
Pendidikan Usia Dini
Pemerintah Diminta Evaluasi Kurikulum PAUD
Anak-anak PAUD tengah beraktifitas, MI/Susanto.

Jakarta:  Kurikulum yang diterapkan di banyak lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia dinilai masih jauh dari standar.  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diminta mengevaluasi kurikulum PAUD, agar tidak terjadi salah pola asuh guru terhadap peserta didik.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, Kusman Suriakusumah mengatakan, kurikulum yang dimiliki PAUD di Indonesia masih jauh dari yang diharapkan masyarakat. Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud, harus memperhatikan lagi pola asuh dan didik guru PAUD.  

Termasuk apa saja kekurangan yang ada di dalam kurikulum PAUD, untuk mengantisipasi salahnya pola asuh yang diajarkan.  “Jangan sampai triliun anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk PAUD, tidak ada hasilnya bagi perkembangan mental dan intelektual anak,” kata Kusman dalam diskusi dalam memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018.

PAUD yang ada Indonesia saat ini, kata Kusman, rata-rata memiliki jumlah peserta didik yang banyak di setiap kelasnya. Kondisi ini berimbas pada terbaginya fokus guru, dalam memantau perkembangan setiap anak. 

Guru-guru PAUD di Indonesia juga dikritisi Kusman, seharusnya memperhatikan metode-metode belajar aktif, yang lebih banyak melibatkan anak.  “Kalau tahu bagaimana strateginya, maka anak akan diasuh dengan benar. Intinya, guru itu harus bisa membuat anak tertawa gembira. Kuncinya di situ,” ujar Ketua Yayasan Titik Balik ini.

Baca: Pemulihan Psikologis Prioritas Sebelum Mulai Sekolah

Kondisi ini disampaikan Kusman, karena mental dan karakter seseorang itu terbentuk sejak pendidikan usia dininya. Pola pengajaran dalam PAUD yang terstruktur, menjadi salah satu faktor penting pembentukan karakter anak di masa depan.

Kusman mengatakan, saat kunjungannya ke Jepang ia melihat perbedaan cara pola ajar guru PAUD yang sangat mencolok dibanding PAUD di Indonesia.  “Di Jepang guru PAUD itu benar-benar bisa membuat suasana kelas gembira, juga bisa memainkan peran aktif semua anak," tutupnya.
(CEU)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA