Taman Safari Serius Perkarakan Pemberi Minuman Keras ke Binatang

Wandi Yusuf    •    Jumat, 08 Dec 2017 15:51 WIB
satwa taman safari
Taman Safari Serius Perkarakan Pemberi Minuman Keras ke Binatang
Pengunjung melihat aneka satwa di alam bebas di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Foto: MI/Bary Fathahillah

Jakarta: Manajemen Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, serius memerkarakan sejumlah pengunjung yang mencekoki minuman keras dua binatang koleksinya. Pernyataan ini menyikapi beredarnya video orang yang menyebut dirinya sebagai Duta Taman Sari Indonesia pada 3 Desember 2017.

Video itu diunggah @bukan.lambeturah dan telah ditonton hingga 39 ribu orang. Munculnya video ini mengingatkan kembali warganet atas kasus video pencekokan minuman keras oleh pengunjung. Video itu yang beredar pada 14 November lalu.

"Perlu kami tegaskan, terduga pelaku bukan merupakan duta dari Taman Safari Indonesia. Dan tidak pernah ada penunjukan atau pembicaraan mengenai hal tersebut," demikian salah satu poin dalam keterangan pers Taman Safari Indonesia, Jumat, 8 Desember 2017.

Humas TSI Yulius H Suprihardo membenarkan adanya keterangan pers itu. "Ya, benar. Sikap kami seperti yang tertulis di dalam keterangan pers," kata dia saat dihubungi Medcom.id.

Situ Artis ?? waras ??? ???????? Follow @bukan.lambeturah

A post shared by bukan.lambeturah (@bukan.lambeturah) on




Manajemen TSI telah membuat laporan pidana ke Kepolisian Resor Bogor pada 16 November lalu. Yulius mengatakan TSI akan menghormati proses hukum. "Laporan sudah masuk, kami tinggal menunggu perkembangan selanjutnya," kata dia.

Yulius membantah telah ada upaya perdamaian antara TSI dengan terduga pelaku. "Pelaku memang sempat meminta maaf, tapi tak jelas meminta maaf ke siapa. Malah muncul lagi video soal duta Taman Safari itu," kata dia.

Pada 14 November 2017 video yang diunggah akun @philipbiondi dan @alyccaaa sempat viral. Video itu memperlihatkan pengunjung TSI tengah bercanda dengan binatang.

Candaannya tak lucu. Mereka mencekoki kuda nil Afrika dan antelop jenis blackbuck asal India dengan cairan yang diduga minuman keras. Video memperlihatkan mereka memancing antelop mendekat menggunakan wortel kemudian menenggakkan botol berisi cairan merah ke mulutnya.

Untuk kuda nil, mereka menyiramkan cairan merah itu langsung ke mulutnya yang tengah menganga. Dalam setiap aksinya, tawa mereka terus berderai.

Baca: Kondisi Kesehatan Satwa yang Dicekoki Alkohol Terus Dipantau

Dikunjungi per hari ini, akun @alyccaaa sudah tak bisa diakses. Sedangkan akun @philipbiondi masih bisa diakses walaupun menggunakan mode pribadi.

Video itu sempat diunggah ulang oleh akun @doniherdaru yang merupakan aktivis pemerhati binatang. Video yang diunggah ulang ini sempat ditonton 336 ribu orang hingga hari ini. Meski begitu, video itu sudah tak bisa diakses dan dikategorikan sebagai konten sensitif.

Ini story dari @alyccaaa dan @philipbiondi yang terlihat 5 jam lalu. . Sepertinya mereka ke Taman Safari, dan melakukan hal yang sangat tidak pantas. . Di video pertama, mereka seolah hendak memberikan wortel ke rusa/kijang, namun ternyata malah memasukkan minuman (yang kami duga keras)  miras, seperti yang terlihat botolnya di video kedua. .  Di video kedua, mereka menyemprotkan miras tersebut ke mulut kuda nil. . Dua perilaku ini, sangat mungkin dijadikan pembelajaran keras buat mereka. Mereka bersenang2 dengan melakukan hal yang sangat tidak patut dan dapat diancam pidana. . Lo mau keliatan keren? Silakan. Tp gak usah pake belaga seperti ini. Tindakan kaya gini gak bikin lo jadi keren, atau lucu. Malah kayak ampas limbah tak terurai bakteri aerob anaerob. Hih. . #stopbegok #alaymaximal

A post shared by Doni Herdaru Tona (@doniherdaru) on




Ditanya mengenai kondisi terakhir dua binatang tadi, Yulius mengatakan masih terus dipantau. "Masih di bawah pengawasan dokter," ujar dia.

Perketat pengawasan

Yulius mengatakan aksi muda-mudi itu merupakan yang pertama kali selama 30 tahun TSI berdiri. "Ini bisa jadi (pelanggaran) paling berat," ujarnya.

Adapun pelanggaran yang kerap dilakukan pengunjung antara lain buang sampah sembarangan atau mencoba turun dari kendaraan untuk lebih dekat dengan binatang.

Agar perilaku negatif ini tak berulang, Yulius mengatakan TSI memperbanyak kamera pengintai atau CCTV. "Pengawasan diperketat, tapi akhirnya bergantung kepada niat orang," katanya.




(UWA)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

5 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA