Pemprov DKI Telah Santuni 17 Korban Zahro Express

Nur Azizah    •    Selasa, 10 Jan 2017 19:43 WIB
kapal terbakar
Pemprov DKI Telah Santuni 17 Korban Zahro Express
Ilustrasi--Petugas gabungan mengevakuasi korban yang terbakar di dalam kapal motor Zahro Express di dermaga Muara Angke, Jakarta, Minggu (1/1)--Antara/M Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemprov DKI Jakarta telah memberikan santunan kepada 17 korban kapal Zahro Expres. Santunan diberikan melalui Biro Pendidikan Mental dan Spritual (Dikmental) kepada keluarga korban selamat.

Santunan diberikan nontunai dengan besaran Rp5 juta per jiwa. Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spritual (Dikmental) DKI Jakarta, Hendra Hidayat, mengatakan, total korban yang akan diberikan santunan sebanyak 25 orang.

"Hari ini akan diberikan kepada 10 orang, sebelumnya sudah diberikan ke tujuh ahli waris. Jadi masih sisa tujuh lagi," ucap Hendra di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2017).

Ia menyampaikan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan keluarga korban. Bagi ahli waris yang tidak bisa datang ke Balai Kota, pihak Dikmental yang akan menyambangi mereka.

"Kami antarkan langsung ke rumahnya. Karena memang ada keterbatasan waktu," imbuhnya.

Santunan diambil dari anggaran Badan Amil Zakat Infaq dan Sodaqah (BAZIS). Hendra berharap, dengan pemberian santunan ini, Pemprov bisa silaturahmi dengan keluarga korban.

Ia juga menyampaikan rasa belasungkawa kepada seluruh keluarga korban kapal Zahro. Kapal motor itu terbakar saat tengah menuju pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Minggu, 1 Januari lalu.

Irfan Hadisiswanto, Salah satu ahli waris korban Kapal Zahro, berterima kasih atas santunan yang diberikan. Kedua orang tua Irfan, yakni Masduki Mangkudisastra (77) dan Otih Sugiati (70), menjadi korban dalam tragedi itu.



Ia menuturkan, dari tujuh orang anggota keluarganya yang menumpang kapal Zahro Express, dua diantaranya meninggal. Sementara, lima lainnya mengalami luka-luka.


(YDH)

Hadapi Kasus Hukum, Sandi Irit Bicara

Hadapi Kasus Hukum, Sandi Irit Bicara

1 hour Ago

Sandi menyiapkan tim hukum yang khusus menangani perkara dugaan penggelapan tanah.

BERITA LAINNYA