Cuaca Diprediksi Kering, Menteri LHK Pantau Titik Api

Dheri Agriesta    •    Sabtu, 18 Feb 2017 21:37 WIB
kebakaran lahan dan hutan
Cuaca Diprediksi Kering, Menteri LHK Pantau Titik Api
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. MI/Panca Syurkani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar terus memantau perkembangan titik api di sejumlah wilayah menyusul prediksi cuaca yang lebih kering di tahun 2017.

"Saya sendiri terus lakukan pemantauan sehari minimal dua kali dari kondisi titik api serta adanya api yang muncul secara sporadis dan dapat dipadamkan petugas lapangan," kata Siti saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Sabtu 18 Februari 2017.

Pemantauan dilakukan secara berkala di posko kebakaran hutan dan lahan Kementerian LHK. Status siaga darurat pun ditetapkan untuk wilayah Riau dan Sumatera Selatan. Selain dua provinsi itu, Siti juga meminta Kalimantan Tengah segera menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan.

"Saya juga sudah minta atensi gubernur dan bupati atau wali kota," kata dia.

Siti menjelaskan, beberapa daerah yang memiliki potensi ancaman karhutla telah melakukan rapat koordinasi di lapangan. Sejumlah helikopter juga disiagakan di beberapa provinsi, baik dari Kemen LHK maupun Angkatan Udara.

"Stand by juga di Kalimantan Barat, sedang dipelajari kondisi-kondisi lapangannya, Kalbar biasanya lebih rawan selama belasan tahun tapi di 2015 Kalteng juga sangat rawan," jelas dia.

Siti mengaku terus menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga agar kebakaran hutan tak separah dua tahun lalu. Ia pun terus menerus menyiagakan aparat penegak hukum untuk pemadaman api.

"Dan tentu saja terus menerus siagakan Manggala Agni yang harus juga di depan bersama TNI dan Polri dalam pemadaman darat," jelas dia.

Diketahui, dua provinsi di Sumatera berstatus siaga bencana penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 2017. Lantaran itu, Pemerintah Provinsi Riau dan Sumatera Selatan diminta untuk mengantisipasi dampak bencana.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei meminta pemerintah melakukan pendeteksian dini. Sebab, cuaca diprediksi lebih panas di 2016.

"Pada 2017, diprediksi bakal lebih panas dibanding dua tahun sebelumnya. Sehingga semua pihak harus benar-benar lebih memaksimalkan upaya pencegahan dan penanggulangan," kata Willem di Palembang.


(Des)