Meriam Giant Bow di Natuna Mendadak Liar

Ilham wibowo    •    Kamis, 18 May 2017 12:50 WIB
kecelakaan latihan perang
Meriam Giant Bow di Natuna Mendadak Liar
Seorang prajurit TNI terluka akibat ledakan meriam Giant Bow, Rabu 17 Mei 2017. Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih menyelidiki insiden kecelakaan senjata di Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Senjata jenis meriam Giant Bow Kaliber 23 mm ini malfungsi secara mendadak.
 
"Meriam itu tiba-tiba tidak berfungsi dan menembak sembarangan, jadi liar," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Kolonel Alfret Denny Tuejeh, Kamis 18 Mei 2017.
 
Senjata buatan Tiongkok itu didatangkan pada 2008. Denny mengatakan, seluruh alat utama sistem persenjataan milik TNI yang akan digunakan telah lolos uji coba dan pengecekan ketat.
 
"Setiap hari meriam sebelum latihan dan sebelum menembak itu di cek dulu, apalagi menembak dengan peluru tajam itu dicek terus," ujarnya.
 
TNI harus menunggu proses investigasi untuk menyimpulkan kejadian ini. Baik kesalahan alat maupun faktor manusia akan diselidiki.
 
Denny memastikan, prosedur penggunaan alat perang oleh personil TNI dilakukan secara ketat. Senjata yang turut terlibat dan Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) itu sering digunakan ketika aktifitas rutin di Batalyon Arhanud 1 Kostrad.
 
"Kita suda latihan dulu di Batalyon, karena itu dia diberangkatkan ke sana (Natuna). Kita selalu lakukan pengecekan sebelum digunakan, pelaksanaan hari pertama tidak ada masalah," tuturnya.
 


(FZN)