Kronologi Penganiayaan Hermansyah versi Pelaku

Arga sumantri    •    Kamis, 13 Jul 2017 14:50 WIB
penusukan
Kronologi Penganiayaan Hermansyah versi Pelaku
Pelaku penganiayaan Hermansyah (kaus kuning dan biru muda). Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Edwin Hitupeuw, 37, menceritakan awal terjadinya pengeroyokan terhadap Hermansyah, pakar telematika Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia adalah salah satu tersangka dalam kasus itu.

Versi Edwin, kejadian bermula saat dirinya mengendarai mobil Toyota Yaris di Tol Jagorawi, Minggu 9 Juli 2017, sekira pukul 03.00 WIB. Ia mengakui saat itu dalam kondisi mabuk usai pulang dari tempat hiburan malam.

"Saat itu di kilometer 6, saya menyalip mobil korban (Hermansyah) dari kanan, kena bemper belakang mobil saya," kata Edwin di Markas Polda Metro Jaya, Kamis 13 Juli 2017.

Kemudian, Edwin melihat mobil korban mengejarnya. Mobil Hermansyah lalu menyalip dari kiri, sembari membuka kaca mobil, Edwin dan Hermansyah terlibat cekcok.

Mobil Hermansyah, kata Edwin, lalu mencegat dan meminta Edwin turun. Keduanya kembali terlibat cekcok.

Rekan-rekan Edwin yang ada di mobil lainnya, ikut turun. Total ada lima orang yang menghampiri Hermansyah kala itu. "Mereka lihat saya dicegat, lalu menghampiri," kata Edwin.

Setelah cekcok, Edwin dan empat rekannya mengeroyok Hermansyah. Mereka mengaku di bawah pengaruh minuman keras. Pelaku lain, Lauren Paliyama, 29, lalu menusuk Hermansyah dengan sebilah pisau.

"Awalnya saya mukul saja," kata Lauren.

Baca: Pengakuan Penganiaya Hermansyah Patahkan Opini Rizieq Shihab

Hermansyah dihujani sejumlah sabetan senjata tajam di kuping kiri, leher, lengan, bahu, siku bawah, dan pergelangan tangan kiri oleh Lauren. Luka terparah terdapat di bagian leher.

Insiden pengeroyokan terhadap Hermansyah menjadi sorotan. Sebab, tak lama setelah kasus penganiayaan terjadi, Rizieq Shihab turut berkomentar.

Rizieq menyebut musibah itu tak bisa dipisahkan dari keterlibatan Hermansyah dalam hampir semua aksi bela Islam. Termasuk dalam memberikan kesaksian sebagai ahli terkait kasus yang membelitnya.

"Kesaksian sebagai seorang ahli bahwa chat fitnah yang selama ini ditujukan kepada saya, merupakan chat palsu, penuh rekayasa," ucap Rizieq.

Namun, polisi memastikan itu tidak hubungannya. Kejadian penganiayaan disebut spontan dan tak terencana.

Saat ini, sudah empat penganiaya Hermansyah ditangkap. Selain Edwin dan Lauren, dua pelaku terakhir yang dicokok adalah Erick Birahy dan Richard Patipelu. Satu pelaku lain atas nama Domaince masih buron.




(UWA)