Penembakan di Trans Papua

Warga Gowa Jadi Korban Penembakan di Nduga

Andi Aan Pranata    •    Rabu, 05 Dec 2018 19:04 WIB
Pembunuhan Puluhan Pekerja di Papua
Warga Gowa Jadi Korban Penembakan di Nduga
Petugas Polres Gowa mengecek rumah warga yang diduga korban penyerangan di Nduga, dok: istimewa

Makassar: Kepolisian Resor Gowa, Sulawesi Selatan, memastikan satu warga menjadi korban penembakan kelompok bersenjata di Nduga, Papua. Korban bernama Muhammad Agus, warga Dusun Botong, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan petugas mendatangi rumah Agus. Identitas Agus cocok dengan daftar pekerja yang menjadi korban dalam penembakan tersebut.

"Orang tua menjelaskan Agus ke Papua pada 4 November 2017 dengan tujuan bekerja di proyek pembangunan jembatan," ujar Dicky di Makassar, Sulsel, Rabu, 5 Desember 2018.

Agus merupakan putra dari pasangan suami istri almarhum Daeng Minggu dan Hasnawati. Bapak tirinya bernama Daeng Buang, bekerja sebagai petani. 

Dicky mengatakan Polres Gowa akan terus memantau perkembangan informasi evakuasi korban. Termasuk, persiapan memulangkan almarhum ke Gowa. Polres juga akan memfasilitasi pemulangan jenazah ke keluarga.

Muhammad Basir, kerabat Agus, mengatakan belum mendapatkan informasi detail mengenai kondisi keponakannya itu. Meski demikian, keluarga berharap Agus selamat dari peristiwa penembakan yang terjadi pada 1 Desember 2018 itu.

"Kami harap dia selamat dan bisa kembali pulang ke kampung," harap Basir.

Penembakan terjadi pada Sabtu 1 Desember dan Minggu 2 Desember 2018. Kelompok bersenjata menyerang pekerja PT Istaka yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak. Jembatan itu merupakan bagian dari program pembangunan Trans Papua.

Empat pekerja kabur dan menyelamatkan diri ke Pos TNI di Mbua. Tak berapa lama kemudian, kelompok bersenjata menyerang Pos TNI. Satu anggota TNI tewas dalam serangan tersebut.



(RRN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA