Wapres: Polisi dan TNI Harus Operasi Besar

Dheri Agriesta    •    Kamis, 06 Dec 2018 21:54 WIB
Pembunuhan Puluhan Pekerja di Papua
Wapres: Polisi dan TNI Harus Operasi Besar
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: MI/Adam Dwi

Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla geram dengan aksi penembakan kelompok kriminal separatis bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua, yang menewaskan puluhan pekerja PT Istaka Karya. Kalla meminta TNI dan Polri menggelar operasi besar-besaran menindak pelaku.

Serangan serupa ini kerap terjadi menjelang perayaan HUT Organisasi Papua Merdeka. Pemerintah pun kerap melawan dengan pola yang lebih lembut demi menghormati hak asasi manusia.

Namun, serangan membabi buta yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata tak bisa ditoleransi. Kalla menyebut, kelompok ini jelas telah melanggar hak asasi manusia dengan membunuh puluhan pekerja.

"Oleh karena itu maka untuk kasus ini ya polisi dan TNI harus operasi besar-besaran," jelas Kalla di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Kamis, 6 Desember 2018.

Kalla menegaskan selama ini TNI dan Polri kerap dinilai melanggar HAM jika melakukan operasi di Papua. Tapi, kini operasi dilakukan dengan alasan yang jelas.

"Ini jelas masalahnya mereka yang menembak, mereka yang melanggar HAM," jelas mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.

Baca: Polri Jamin Keamanan Lanjutan Pembangunan Trans Papua

Penembakan terjadi pada Sabtu 1 Desember dan Minggu 2 Desember 2018. Kelompok bersenjata menyerang pekerja PT Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak. Jembatan itu merupakan bagian dari program pembangunan Trans Papua.

Empat pekerja kabur dan menyelamatkan diri ke Pos TNI di Mbua. Tak berapa lama kemudian, kelompok bersenjata menyerang Pos TNI. Satu prajurit TNI, Sertu Anumerta Handoko, tewas dalam serangan tersebut.




(DMR)