Infrastruktur Ciptakan Keadilan untuk Rakyat

Rudy Polycarpus    •    Selasa, 12 Feb 2019 17:55 WIB
infrastruktur
Infrastruktur Ciptakan Keadilan untuk Rakyat
Presiden Jokowi. Foto: Medcom.id/Lis Pratiwi

Jakarta: Presiden Joko Widodo menegaskan, pembangunan infrastruktur yang digalakkan pemerintah tak semata demi kepentingan ekonomi, tetapi justru untuk keadilan masyarakat. Sebab, pemerintah tak hanya membangun Pulau Jawa, tetapi membangun negara Indonesia.
 
Jokowi mengatakan, keadilan yang konsisten diusung pemerintah jadi upaya mendasar menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang masih dililit kesenjangan antarwilayah.
 
"Orang sering berpendapat bahwa infrastruktur ini urusan ekonomi saja. Bukan. Ada urusan keadilan sosial, persatuan kita sebagai negara besar," kata Presiden Joko widodo saat menghadiri Rembuk Nasional Pendidikan di Pusat Pendidikan dan Latihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Depok, Jawa Barat, Selasa, 12 Februari 2019.
 
Masalah terbesar bangsa, kata Presiden, adalah kesenjangan dan kemiskinan. Kesenjangan seperti dimensi antarwilayah, barat dan timur ataupun desa dan kota.

Baca: Jokowi Dijuluki Raja Infrastruktur

Jokowi menuturkan, selama empat tahun pemerintahannya, kebijakan pemerintah memang diarahkan fokus pada pembangunan infrastruktur. Tujuannya, agar Indonesia mempunyai fondasi yang kuat untuk bersaing dengan negara lain.
 
"Memang daya saing kita rendah. Bandingkan biaya logistik transportasi kita dengan Malaysia, Singapura, 2 sampai 2,5 kali lipat lebih mahal di kita. Bagaimana kita bisa bersaing jika saudara di Papua rusak dan bisa dua hari di jalan. Sebetulnya kalau saya orang politik, bangun itu di Jawa saja. Karena 149 juta penduduk kita ini ada di Jawa. Return politiknya cepat, ekonomi juga cepat. Tapi kita membangun negara," kata Jokowi.




(FZN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA