Polri Pastikan tak Ada Ancaman Terorisme di Surabaya

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 24 Aug 2018 15:16 WIB
indonesia-australiaTeror Bom di Surabaya
Polri Pastikan tak Ada Ancaman Terorisme di Surabaya
Kadiv Humas Mabes Polri ?Irjen Setyo Wasisto. Foto: Medcom.ID/Lukman Diah Sari

Jakarta: Kadiv Humas Mabes Polri ‎Irjen Setyo Wasisto memastikan tidak ada ancaman teroris di Surabaya, Jawa Timur. Pernyataan ini sebagai jawaban atas imbauan perjalanan atau travel warning yang dikeluarkan pemerintah Australia terhadap warganya untuk tidak datang ke Indonesia, khususnya ke Jawa Timur.

Konsul Jenderal Australia di Surabaya Chris Barnes membatalkan hadir saat acara AussieBanget Corner di Kampus Universitas Airlangga, Surabaya, karena adanya imbauan itu. Peringatan itu keluar menyusul adanya imbauan keamanan (security warning) yang bersumber dari Public Affairs Canberra terkait adanya indikasi serangan teroris di Indonesia.

"Travel warning itu kan mereka‎ (Australia) menyatakan kepada warganya untuk tidak datang ke Indonesia. Tapi ancamannya apa? Tidak ada ancaman teror di sana (Surabaya). Saya belum dengar. Tidak ada. Laporan dari Jawa Timur belum ada," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 24 Agustus 2018.

Polri, kata Setyo, menyayangkan adanya ancaman itu. Padahal, Indonesia sedang menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

"‎Jadi, saya menyayangkan karena saya sendiri enggak tahu (adanya teror di Surabaya). Saya tahu dari wartawan tentang ancaman itu," kata Setyo.

Jika ada ancaman teror, sambung dia, biasanya dapat laporan langsung dari Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. Tapi, laporan itu pun tidak ada. "Artinya kondisi sekarang masih kondusif," ujar dia.

Ia berharap masyarakat ikut menjaga keamanan dan ketertiban saat ini. "Jangan sampai mengganggu kegiatan Asian Games yang telah dilaksanakan di Jakarta dan Palembang," kata dia.

Baca: Australia Keluarkan Imbauan Perjalanan ke Indonesia

Pemerintah Australia mengeluarkan imbauan perjalanan bagi warganya dan juga meningkatkan keamanan bagi para diplomatnya di Jakarta maupun Surabaya.

"Karena kekhawatiran keamanan yang meningkat, staf di Konsulat Jenderal Australia di Surabaya tidak akan menghadiri acara di Universitas Airlangga, hari ini," demikian pernyataan dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Australia, Kamis, 23 Agustus 2018.

Namun, tak dijelaskan lebih rinci seperti apa bentuk serangan terorisme yang dimaksud Negeri Kanguru ini.


(UWA)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA