Ketua MUI Minta Aksi Teror tak Ditunggangi

   •    Jumat, 18 May 2018 11:21 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
Ketua MUI Minta Aksi Teror tak Ditunggangi
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Ketua MUI KH Maruf Amin (kanan) berkunjung ke Ponpes Al-Khairiyah di Citangkil, Cilegon, Banten, Jumat (11/5/2018). Foto: Antara/Asep Fathulrahman/pd/18

Jakarta: Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin meminta rentetan kejadian teror selama sepekan terakhir tak dimanfaatkan pihak-pihak tertentu. Jangan sampai kejadian ini justru merusak kerukunan antarumat beragama.

“Saya mengajak seluruh umat muslim di Indonesia untuk kembali ke jalan Allah yang penuh dengan kasih sayang. Marilah kita senantiasa saling mencintai dan menyayangi, baik sesama muslim maupun antarumat beragama,” ujar Ma’ruf Amin, melalui keterangan tertulis, Jumat, 18 Mei 2018.

Ia meminta aparat hukum segera mengusut dan menuntaskan kasus ini. “Saya berharap aksi teror ini cukup sampai di sini. Jangan ada lagi korban jatuh oleh tindakan-tindakan terorisme yang tidak bertanggung jawab."

"Saya mendukung penuh para aparat keamanan, baik Polri, TNI, dan BIN untuk segera menuntaskan kasus ini dan menindak para pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelasnya.

Serangkaian aksi teror terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Pada Minggu, 13 Mei 2018, bom meledak di tiga gereja di kota pahlawan. Ledakan ini menewaskan belasan orang sedangkan puluhan lainnya luka-luka.

Pada hari yang sama, ledakan terjadi di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Perakit bom dan dua anggota keluarganya tewas dalam kejadian tersebut. Teror berlanjut pada Senin, 14 Mei 2018. Pelaku bom bunuh diri menyerang Mapolrestabes Surabaya.

Pada Rabu, 16 Mei 2018, Mapolda Riau diserang. Satu polisi jadi korban, keempat terduga teroris tewas ditembak.

“Saya sangat prihatin dan mengutuk keras peristiwa pengeboman yang menewaskan banyak korban tidak bersalah ini. Perbuatan ini adalah perbuatan yang sangat biadab, apalagi sampai tega mengorbankan keluarga, ibu, dan anak-anaknya yang masih di bawah umur," kata Ma'ruf.

"Tindakan ini sungguh tidak sesuai dengan ajaran agama mana pun, termasuk agama Islam. Dalam Alquran jelas dituliskan 'barang siapa yang membunuh seorang manusia, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.”




(UWA)