Koalisi Kesejahteraan Driver Online Demo Kantor Gojek

Muhammad Al Hasan    •    Senin, 16 Apr 2018 14:42 WIB
gojek
Koalisi Kesejahteraan Driver Online Demo Kantor Gojek
Koalisi Kesejahteraan Driver Online Indonesia (KKDO) berunjuk rasa di depan Kantor GoJek Indonesia di Pasaraya Grande, Blok M, Jakarta Selatan. Foto: Medcom.id/Muhammad Al Hasan

Jakarta: Puluhan orang yang mengklaim dari pengemudi online menggelar aksi damai di depan Kantor GoJek Indonesia di Pasaraya Grande, Blok M, Jakarta Selatan.

Mereka yang tergabung dalam Koalisi Kesejahteraan Driver Online Indonesia (KKDO) ini menuntut perubahan regulasi bagi taxi daring.

Mereka tiba di Kantor GoJek Indonesia pada pukul 13.00 WIB. Sebelumnya mereka juga menyuarakan aspirasinya ke kantor Grab Indonesia, di Lippo Kuningan, Jaksel. Sayang mereka tak bisa bertemu perwakilan dari Grab.

Koordinator aksi Alex AS menyebut aksi ini merupakan bentuk kekecewaan para driver kepada pihak pengembang. Mereka menilai selama ini hubungan kemitraan yang dijalin hanya menguntungkan pihak developer.

Berikut 14 butir tuntutan yang mereka suarakan, yaitu:

1. Tarif minimal Rp4.600/km (menyesuaikan dengan harga BBM).
2. Menolak perusahaan aplikasi menjadi perusahaan transportasi.
3. Pisahkan pemesanan taxi reguler dan taxi online.
4. Hilangkan order prioritas.
5. Insentif bonus disesuaikan dengan jam kerja, estimasi 1 trip= 1 jam.
6. Menetapkan minimal tarif Rp20.000.
7. Konsumen dikenakan biaya pembatalan.
8. Turunkan fee aplikator maksimal 5 persen.
9. Sebelum membuat kebijakan perubahan. aplikasi melakukan perundingan dengan perwakilan driver online individu.
10. Pemutihan suspend.
11. Menolak suspend sepihak.
12. Konsumen mendaftar dengan menggunakan NIK KTP-el.
13. Buat aplikasi tombol keamanan di aplikasi driver dan konsumen serta memberikan santunan berupa santunan kecelakaan dan kriminalitas yang menimpa konsumen dan driver.
14. Sediakan fasilitas komunikasi voice call antara konsumen dan driver.


(MBM)