Satgas TPPO Bareskrim Diganjar Hassan Wirajuda Award 2017

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 20 Dec 2017 15:17 WIB
perdagangan manusia
Satgas TPPO Bareskrim Diganjar Hassan Wirajuda Award 2017
Penghargaan yang dibagi ke dalam tujuh kategori diberikan kepada total 18 individu dan lembaga - Medcom.id/Sonya Michaella.

Jakarta: Kementerian Luar Negeri memberikan penghargaan Hassan Wirajuda Award 2017 pada Tim Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi  pada Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Herry Rodolf Nahak. 

"Ini merupakan kerja nyata yang telah dilakukan oleh Satgas yang berdampak kepada masyarakat kita di luar negeri, sehingga penghargaan didapatkan oleh Satgas TPPO," kata Herry melalui keterangan tertulis, di Jakarta, Rabu, 20 Desember 2017. 

Saat penerimaan penghargaan Herry turut didampingi Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Kombes Ferdi Sambo dan Kasatgas TPPO AKBP Hafidh Herlambang. 

Herry menuturkan sepanjang 2017 Satgas TPPO Bareskrim Polri telah menangkap 30 tersangka. Pihaknya berhasil menyelamatkan 1.083 warga negara Indonesia yang jadi korban TPPO. 

"Kita akan berikan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia khususnya yang berada di luar dan menjadi korban," ujar dia. 

Terpisah Menteri Retno menuturkan banyak Warga Negara Indonesia (WNI) kini yang mengadu nasib di negara tetangga. Tapi tak sedikit kasus yang menimpa mereka.

(Baca juuga: Hassan Wirajuda Award, Terima Kasih Kemenlu RI untuk Mitra Perlindungan WNI)

Penghargaan itu kata Retno sudah menjadi kebiasaan Kemenlu untuk meningkatkan dan upaya melindungi WNI. "Sebut saja evakuasi WNI dari Yaman, bencana di Nepal serta penyanderaan WNI di Filipina dan Somalia," tutur dia. 

Berkat kerja sama dan koordinasi antara kementerian/lembaga, pihaknya bisa menyelamatkan 205 nyawa WNI yang terancam hukuman mati, 1.103 dari TPPO, 192 anak buah kapal dari perbudakan dan repatriasi, serta 180.942 WNI dari berbagai kasus. 

"Juga mengembalikan nilai aset WNI sebesar Rp4 miliar," imbuh Retno. 

Diketahui nama Hassan Wirajuda Award diambil dari nama mantan Menlu ke-15 RI yang menjabat pada 2001-2009. Pada 2002, Nur Hassan membentuk direktorat baru yang memiliki tugas khusus yang mengkoordinasikan penanganan WNI dan BHI (Badan Hukum Indonesia) di luar negeri. 
 


(REN)