Survei Indikator: Kepuasan Masyarakat pada Jokowi-JK 68%

M Sholahadhin Azhar    •    Rabu, 11 Oct 2017 16:21 WIB
jokowi-jk
Survei Indikator: Kepuasan Masyarakat pada Jokowi-JK 68%
Diskusi survei Indikator - MTVN/M Sholahadhin Azhar,

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepuasan masyarakat Indonesia pada kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla masih relatif tinggi.  Ini diketahui dari survei yang baru-baru ini dilakukan lembaga survei Indikator. 

Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi menyebut 68% responden puas dengan pemerintahan Jokowi-JK. Sementara 7% mengaku sangat puas.

"Yang cukup puas ada 60,39%, sementara yang kurang puas ada 27,23 %, dan tidak puas sama sekali hanya 2,26 %," kata Burhan dalam 'Tiga Tahun Kerja: Evaluasi dan Kepercayaan Publik terhadap Pemerintahan Jokowi-JK' di kantor Indikator, Cikini, Jakarta Pusat, Rahu 11 Oktober 2017.

Dalam survei yang dilakukan pada 17 September hingga 24 September 2017 itu, melibatkan 1.220 responden dari seluruh daerah di Tanah Air. Dengan margin of eror 2,9%, masyarakat diminta menilai kinerja Presiden dan Wakil Presiden selama tiga tahun memimpin.

Burhan menjelaskan, kepuasan masyarakat terhadap Jokowi-JK sejak awal 2015 hingga September 2017 bersifat fluktuatif. Misalnya, di Januari 2015, tingkat kepuasan bercokol di presentase 62%, namun turun menjadi 41% pada Juni 2015. Kemudian, tingkat kepuasan terdongkrak menjadi 53% di Oktober 2015 dan bertahan hingga akhir tahun.

"Tampak mengalami fluktuasi yang cukup besar dalam satu setengah tahun awal pemerintahannya," kata Burhan.

Di Januari 2016, mantan Wali Kota Solo itu meraih tingkat kepuasan yang luar biasa, dari 53% pada 2015 menjadi 67% di 2016. Namun, mengalami penurunan dan menempati posisi 67% pada Juni 2016. 

Fluktuasi tak berhenti di situ, pada Oktober 2016 kepercayaan meningkat menjadi 68%, namun tergerus menjadi 64% di Januari 2017. Sementar di September 2017, tingkat kepuasan menempati angka 68%. 

Burhan mengatakan sejak Maret 2016, kepuasan kinerja Jokowi mengalami peningkatan. "Dan dalam setahun terakhir approval rating terhadap Jokowi terlihat stabil. Jika pun ada fluktuasi, itu tidak signifikan dan masih dalam rentang error survei," papar dia. 

Analisa terhadap tingginya angka kepuasan disebabkan beberapa faktor, pertama yakni ekonomi. Banyak masyarakat menilai keadaan ekonomi meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Adapun faktor lain menyangkut fasilitas kesehatan dan pengobatan yang semakin mudah diakses.

Terkahir yakni soal pendidikan di Tanah Air. Dari 1.220 responden, 38% menyatakan pada pemerintahan Joko Widodo pemenuhan atas pendidikan semakin ringan. 
"Mengalami sedikit kemajuan yang mengatakan semakin ringan, sedikit meningkat dibandingkan tahun lalu," papar dia. 
 


(REN)