Kelayakan Istithaah Kesehatan Jemaah Haji Diperketat

Misbahol Munir    •    Kamis, 22 Mar 2018 15:31 WIB
Haji 2018
Kelayakan <i>Istithaah</i> Kesehatan Jemaah Haji Diperketat
Ilustrasi jemaah haji Indonesia. Foto: Aloysius Jarot Nugroho

Jakarta: Pusat Kesehatan Haji (Puskeshaj) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memperketat urusan kelayakan istithaah (kemampuan) kesehatan jemaah. Pengetatan ini bertujuan agar jemaah bisa melaksanakan ibadah haji secara khusyuk dan tidak terganggu masalah kesehatan saat di Tanah Suci.

Kepala Puskeshaj Kemenkes Eka Jusuf Singka menjelaskan ketentuan pengetatan ibadah haji dari aspek kesehatan tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nomor 4001/2018. Bahkan, rekomendasi istithaah menjadi syarat utama pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).

"Di dalam surat itu ditegaskan jemaah yang mendapatkan surat keterangan tidak istithaah alias tak mampu berhaji dari aspek kesehatan tidak dapat melunasi BPIH," ungkap Eka saat berkunjung ke Metro TV, Jalan Pilar Mas Raya, Kedoya Selatan, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Rabu, 21 Maret 2018.

Menurut Eka dengan Surat Edaran Dirjen PHU Kemenag Nomor 4001/2018, insiden keributan di embarkasi terkait perdebatan kesehatan jemaah haji bisa dihindari.

"Surat Edaran Dirjen PHU Kemenag Nomor 4001/2018, telah membuka jalan lebih bagus lagi untuk implementasi kesehatan jemaah haji Indonesia. Sebab aspek kelayakan istithaah kesehatan jemaah sudah diterapkan di kabupaten/kota," ujarnya.


Kepala Pusat Kesehatan Haji (Puskeshaj) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Eka Jusuf Singka (kedua dari kanan) bersama tim saat berkunjung ke Metro TV, di Jalan Pilar Mas Raya, Kedoya Selatan, Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Foto: Medcom.id/Misbahol Munir

Eka juga menjelaskan perbedaan pelayanan kesehatan haji dengan tahun sebelumnya. "Yang berbeda dari tahun sebelumnya surat edaran Dirjen PHU akan memperkuat implementasi Permenkes 15 Tahun 2016, kemudian jumlah tenaga kesehatan haji dari 268 non-kloter menjadi 306. Ini akan mempermudah pelayanan dalam bidang kesehatan," kata Eka.

Di samping itu, lanjut dia, petugas kesehatan haji tak lagi dipusingkan dengan buku kesehatan jemaah. Sebab, buku tersebut sudah diganti dengan kartu kesehatan jemaah yang sudah dilengkapi dengan sistem komputerisasi.

"Satu lagi adalah buku jemaah haji sudah tidak dipergunakan lagi dan diganti dengan kartu kesehatan jemaah haji Indonesia. Nanti semua jemaah haji Indonesia akan menggunakan Kartu Kesehatan Jemaah Haji yang di dalamnya bisa diakses ke sistem komputerisasi terpadu," jelas dia.

Ia menambahkan, "kartu ini membuat data mobile yang terus menerus. Pemeriksaan yang pertama, kedua, dan ketiga terus terinput dan bisa diakses oleh dokter maupun petugas kesehatan yang lain hanya melalui mobile android. Lebih memudahkan dan praktis."


(MBM)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA