Pengelola Gedung BEI Tanggung Pengobatan Korban Musibah Mezanin

Ilham wibowo    •    Sabtu, 20 Jan 2018 04:22 WIB
balkon bei ambruk
Pengelola Gedung BEI Tanggung Pengobatan Korban Musibah Mezanin
Pekerja memerhatikan kerusakan yang terjadi akibat ambruknya jembatan penghubung di dalam Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (15/1). ANT/Elo.

Jakarta: Director of Cushman & Wakefield Indonesia Farida Riyadi selaku pengelola Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) menjamin bakal menanggung pengobatan korban kecelakaan mezanin Tower II Gedung BEI. Mereka terus memantau pengobatan korban sejak peristiwa pada Senin, 15 Januari 2018. 

Dia mengatakan, pengelola gedung BEI sudah mengecek kondisi korban dan prihatin dengan keadaan itu. Pengelola gedung telah menjumpai manajemen rumah sakit untuk bertanggung jawab atas biaya pengobatan korban.

“Prioritas kami memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh korban, kami menugaskan tim di rumah sakit dibantu relawan Artha Graha Peduli (AGP) untuk mengurus segala kebutuhan para korban,” ujar Farida melalui keterangan tertulis kepada Medcom.id Jumat, 19 Januari 2018.

Selain menjamin biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit, pengelola gedung juga menanggung transportasi serta akomodasi orang tua korban yang ingin menjenguk. Mayoritas keluarga korban berasal dari Palembang, Sumatera Selatan.

“Orangtua dari mahasiswa dan mahasiswi di Palembang yang mau menjenguk anaknya di rumah sakit, silakan hubungi kami di Lobi Utama Gedung BEI. Kami fasilitasi penerbangan pulang pergi hingga penginapan di hotel,” ungkap Farida.

Mezanin Tower II gedung BEI ambruk sekitar pukul 11.56 WIB, Senin 15 Januari kemarin. Puluhan korban tercatat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Palembang, Sumatera Selatan. Mereka tengah berkunjung ke BEI.



(DRI)