Ahmad Sahroni Surati Kejagung Soal Kasus Narkoba

   •    Senin, 08 Jan 2018 20:40 WIB
narkoba
Ahmad Sahroni Surati Kejagung Soal Kasus Narkoba
Ilustrasi. Foto: MI/Susanto

Jakarta: Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni akan menyurati Jaksa Agung M Prasetyo terkait rendahnya vonis yang diterima mantan Kepala Bidang Pendaftaran Ekstensifikasi Penilaian Dirjen Pajak kantor Wilayah Sulawesi tengah Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara (Kanwil Suluttenggomalut) Wahyu Nugroho. Wahyu terjerat kasus kepemilikan narkoba jenis sabu.

Sahroni menilai rendahnya vonis mantan pejabat pajak di Pengadilan Negeri Manado itu dipengaruhi adanya perubahan barang bukti sabu yang dia miliki.

Menurutnya, surat itu dilayangkan agar Jaksa Agung dapat memantau kinerja anak buahnya yang menjadi penyidik maupun jaksa penuntut umum.

"Hal ini sangat penting mengingat Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tegas telah menyatakan Indonesia darurat narkoba," kata anggota Fraksi NasDem itu seperti dilansir Antara, Senin, 8 Januari 2018.

Terlebih, lanjut dia, status Wahyu adalah pejabat di lingkungan kerja Direktorat Jenderal Kanwil Suluttenggomalut.

"Kejaksaan sebelumnya telah memperlihatkan ketegasan perang terhadap narkoba dengan melakukan tiga kali gelombang eksekusi mati. Kalau memang benar ada oknum kejaksaan yang memainkan pengurangan jumlah barang bukti tentunya ini dapat merusak citra kejaksaan yang integritasnya telah terbangun," kata dia.

Berdasarkan keterangan yang dia peroleh, Polda Sulawesi Utara telah mengirimkan surat kepada Kepala Dirjen Pajak Kanwil Suluttenggomalut mengenai jumlah barang bukti yang dimiliki Wahyu saat berstatus tersangka.

Dalam surat penyidikan bernomor B/2520/XI/2017/Dit Res Narkoba tersebut disampaikan jumlah barang bukti yang disita dari Wahyu seberat 30,41 gram.

Namun, saat persidangan, barang bukti terdakwa yang telah diperiksa Badan Besar POM Manado bernomor PM 01.01.1021.1017.4620 hanya 0,5 gram sabu.

"Mengapa jumlahnya berkurang sangat jauh? Hampir 30 gram selisihnya. Ke mana menghilangnya?" kata dia.

Sahroni berpendapat bila barang bukti yang diajukan sesuai dengan apa yang disampaikan Polda Sulut, Wahyu dapat digolongkan sebagai bandar yang tentunya tak menerima vonis dengan hukuman rendah.

Baca: Ahmad Sahroni Soroti Rendahnya Vonis Pengedar Narkoba

Selain ke kejaksaan, Sahroni mengaku akan menyurati Komisi Yudisial (KY) untuk memastikan apakah persidangan di PN Manado berjalan sesuai hukum yang berlaku.

Wahyu hanya divonis satu tahun penjara dikurangi masa penahanan oleh Pengadilan Negeri Manado.

Dilansir dari situs resmi Pengadilan Negeri Manado, jaksa penuntut umum Heintje Latuperissa menyatakan banding atas putusan tersebut. Permohonan banding diajukan 19 Desember 2017, empat hari setelah vonis dibacakan oleh majelis hakim PN Manado.


(UWA)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA