Kemensos dan Pemerintah Finlandia Bersinergi Bantu Anak Miskin

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 10 Oct 2018 18:14 WIB
Berita Kemensos
Kemensos dan Pemerintah Finlandia Bersinergi Bantu Anak Miskin
Menteri Pembangunan dan Perdagangan Luar Negeri Finlandia Anne-Mari Virolainen bertemu Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto:Dok)

Jakarta: Pemerintah Finlandia melirik kerja sama dengan Indonesia di bidang sosial dan lingkungan. Keinginan tersebut diutarakan Menteri Pembangunan dan Perdagangan Luar Negeri Finlandia Anne-Mari Virolainen dalam kunjungan kerjanya bertemu Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita, Rabu, 10 Oktober 2018.

"Kedatangan Ibu Menteri dan rombongan untuk membicarakan kerja sama kedua negara, yakni bagaimana mengolah sampah menjadi energi listrik yang hasilnya untuk mengangkat nasib anak-anak miskin di pusat pengelolaan sampah di Jakarta,” kata Agus di Kantor Pusat Kemensos, di Jakarta.

Dalam pertemuan ini, Mensos didampingi Dirjen Pemberdayaan Fakir Miskin (PFM) Andi ZA Dulung, Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Nahar, Kepala Biro Perencanaan Adhy Karyono, serta Direktur Pemberdayaan Sosial, Perorangan, Keluarga dan Kelembagaan Masyarakat Bambang Mulyadi.

Sementara, Anne-Mari hadir ditemani Wakil Presiden Fortum Pasi Mikkonen, serta perwakilan Kementerian Luar Negeri Finlandia Tapani Kivelä, Jukka-Pekka Kaihilahti, dan Anssi Kullberg.

Mensos Agus mengatakan, kerja sama ini bisa mengatasi tiga masalah sekaligus yang selama ini masih dialami di kota-kota besar seperti Jakarta, yakni masalah sampah, ketersediaan listrik, dan penanganan kemiskinan.

“Dengan pengolahan sampah menjadi listrik, maka masalah sampah bisa kita atasi sekaligus untuk meningkatkan ketersediaan energi listrik. Kemudian, dengan lokasi di kawasan kumuh, bisa dikembangkan pemenuhan hak anak-anak miskin melalui program CSR," katanya.

Dengan menimbang besarnya manfaat yang didapat, Mensos menawarkan kemungkinan proyek ini agar dikembangkan di kota-kota lain di Indonesia, misalnya di Bandung.



Dalam melaksanakan proyek ini, Finlandia sedang intensif membicarakannya dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Dalam pelaksanaannya nanti, proyek ini tidak semata-mata berorientasi pada akumulasi keuntungan (profit).

Dalam hal ini, Direktorat Anak Kementerian Sosial akan memainkan perannya untuk memastikan CSR tersebut memberi dampak positif dan signifikan terhadap pemenuhan hak-hak anak miskin. Ke depan,  anak-anak yang tinggal di pusat pengelolaan sampah, seperti di Sunter dan Bantar Gebang, bisa diakses melalui dua program besar, yakni rehabilitasi sosial dan perlindungan sosial.

“Pada rehabilitasi sosial, kami menggunakan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA), fokus pada anak tanpa identitas dan anak. Untuk perlindungan sosial, kami memiliki Program Keluarga Harapan (PKH) yang terkait dengan anak dalam keluarga miskin,” kata Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Nahar.

Kedua program ini bersentuhan dengan pengasuhan, pendidikan, dan juga termasuk akses tehadap perlindungan sosial seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Adapun terkait dengan layanan terhadap anak yang mengalami masalah sosial, Kemensos selama ini melibatkan mitra Yayasan Sayangi Tunas Cilik yang sudah menandatangani kerja sama.

Direktur Pemberdayaan Sosial, Perorangan, Keluarga dan Kelembagaan Masyarakat Bambang Mulyadi berharap, CSR dari perusahaan asal Finlandia yang nanti akan mengelola proyek ini bisa mengarahkan juga kepada tujuh sasaran, yakni kemiskinan, ketelantaran, kecacatan, keterpencilan, ketunaan, korban bencana, dan korban tindak kekerasan/diskriminasi.


(ROS)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA