Peralatan Praktikum SMK Jauh di Bawah Standar Industri

Citra Larasati    •    Selasa, 06 Nov 2018 07:27 WIB
Lulusan SMK
Peralatan Praktikum SMK Jauh di Bawah Standar Industri
Siswa SMK jurusan tata boga tengah mempraktikkan membuat makanan pembuka, MI/Bary Fathahilah.

Jakarta: Pengembangan vokasi di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terbentur minimnya sarana dan prasarana, seperti laboratorium dan peralatan praktikum.  Mahalnya harga alat praktikum, membuat SMK kesulitan mengejar perkembangan alat-alat yang dipakai di dunia industri.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pandu Baghaskoro mengatakan, fasilitas penunjang pendidikan di SMK-SMK di Indonesia berada jauh di bawah standar industri.  "Terlebih untuk SMK yang terletak di wilayah pedesaan atau jauh dari kota besar," kata Pandu di Jakarta, Selasa, 6 November 2018.

Banyak SMK di Indonesia yang tidak memiliki laboratorium, sehingga mereka sulit menggelar workshop yang dilengkapi dengan alat/teknologi terbaru. Padahal workshop sangat membantu mereka untuk bisa mempraktikkan keilmuannya agar dapat digunakan di dunia kerja.

"Pendidikan vokasi seharusnya mengedepankan pelatihan keterampilan praktis, yang sangat bergantung pada alat praktik," terang Pandu.

Baca: Lulusan SMK Paling Banyak Menganggur

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka tertinggi berdasarkan pendidikan, masih berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yakni sebesar 11,24%.  Tingkat pengangguran terendah sebesar 2,43% berasal dari penduduk berpendidikan sekolah dasar (SD) ke bawah.

"Hal ini menandakan bahwa lulusan SMK tidak terserap dengan baik ke industri,” jelas Pandu.


(CEU)