Bencana Palu dan Donggala

Pemprov Sulteng Diberi Sebulan Susun Rencana Relokasi

Dheri Agriesta    •    Senin, 05 Nov 2018 16:04 WIB
gempatsunamiGempa Donggala
Pemprov Sulteng Diberi Sebulan Susun Rencana Relokasi
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto Foto: Medcom.id/Siti Yona.

Jakarta: Pemerintah memberikan waktu satu bulan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mempersiapkan rencana relokasi wilayah terdampak gempa. Rencana meliputi jumlah wilayah terdampak hingga penentuan daerah relokasi.
 
"Dalam waktu sebulan ini harus selesai daerah mana yang merah, daerah mana sebagai pengganti, berapa jumlah yang harus kita pindahkan. Itu semua perlu perencanaan yang matang," kata Wiranto usai rapat di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin, 5 November 2018.
 
Wiranto memastikan rencana tersebut rampung sebulan. Badan Geologi Nasional telah diminta memetakan daerah paling parah terdampak bencana yang masuk zona merah.
 
Ada beberapa persyaratan yang harus dirampungkan sebelum relokasi dilakukan. "Sebulan harus selesai penentuan lokasi pindah, karena itu menyangkut tanah yang sudah HGU (hak guna usaha), sudah ada HGB (hak guna bangunan), itu akan diselesaikan daerah dan pusat," jelas Wiranto.

Baca: Rekonstruksi Palu-Donggala Dirintis

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengatakan akan membuat peraturan daerah untuk mengatur relokasi ini.
 
"Perda bahwa daerah itu tidak boleh dibangun, relokasi, rencana tata ruang wilayah dari kabupaten masing-masing," kata Longki.
 
Longki mengatakan sementara ini total luas daerah zona merah di Sulawesi Tengah mencapai 300 hektare. Luas wilayah ini masih bisa bertambah.
 
Sejumlah daerah pun telah ditentukan sebagai wilayah relokasi bagi korban gempa. Lahan ini dinilai aman dari ancaman likuefaksi.  "Itu lahan-lahan yang tidur," ujar Longki.




(FZN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA