Polda Metro Jaya Belum Simpulkan Iin Depresi

Ilham wibowo    •    Jumat, 07 Oct 2016 13:59 WIB
kasus mutilasi
Polda Metro Jaya Belum Simpulkan Iin Depresi
Rumah yang dikontrak keluarga Mutmainah. Foto: MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Polda Metro Jaya masih menunggu hasil pemeriksaan tes kejiawaan Mutmainah alias Iin, 28. Iin adalah pelaku mutilasi anak kandungnya sendiri. Saat ini, Iin berada dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

"Perkembangan masih seperti kemarin, nanti kalau sudah ada perkembangan lanjutan akan kita sampaikan, hasil tes kejiwaan akan kita sampaikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/10/2016).

Awi belum bisa menyimpulkan tindakan Iin karena depresi. Pihaknya masih mengumpulkan fakta-fakta yang terjadi guna menjadikan dasar hukum.

"Tentu kita perlu pembuktian, sampai sekarang untuk fakta hukum, kita belum dapatkan. Kalau hanya katanya-katanya, itu belum bisa dijadikan dasar hukum," kata Awi.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan kesehatan, polisi juga berencana memeriksa suami Iin, Deni Siregar. Deni merupakan anggota Provost Polda Metro Jaya. Awi mengatakan, saat ini Deni belum bisa dimintai keterangan.

"Masih belum bisa dilakukan pemeriksaan karena masih trauma. Pihak keluarga juga sedang mengkhawatirkan putrinya. Kalau memang masih dalam pengasuhan suaminya, dalam hak suaminya tentunya kita akan hormati itu. Kalaupun perlu bantuan trauma healing, kita akan bantu," kata Awi.

Iin tega memutilasi anak kandungnya yang masih berusia satu tahun, Arjuna. Selain itu, Iin juga memotong telinga anak pertamanya, Kalisa, yang kini berusia dua tahun.

Iin tanpa sebab memotong beberapa bagian tubuh anaknya di rumah kontrakan di Jalan Jaya 24, No 24, RT04/10, Cengkareng. Kejadian itu terungkap pada Minggu 2 Oktober malam oleh tetangga pelaku.

Sebelum kejadian, Arjuna sempat menangis dari siang hingga sore hari. Saat pukul 20.00 WIB, suami pelaku, Deni, pulang dan melihat kondisi pintu rumah kontrakan terkunci. Ia mencoba memanggil istriya namun tak ada jawaban.

Polisi telah menetapkan Iin menjadi tersangka atas kasus tersebut. Istri anggota Provost Polda Metro Jaya itu dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman 10 tahun penjara.


(MBM)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

1 hour Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA