Quipper Pangkas Kesenjangan Pendidikan

Nur Azizah    •    Jumat, 28 Apr 2017 21:46 WIB
pendidikan
Quipper Pangkas Kesenjangan Pendidikan
(kiri-kanan) Pengamat Pendidikan, Itje Chodidjah, Brand Ambassador Quipper Indonesia Maudy Ayunda, PR and Marketing Manager Quipper Indonesia Tri Nuraini, dan Humas Kemendikbud Ari Santoso. - MTVN/Nur Azizah

Metrotvnews.com, Jakarta: Pendidikan menjadi masalah krusial di Indonesia. Sebab, belum semua siswa memiliki akses untuk mendapatkan pendidikan.

Hal itu disebabkan karena minimnya sarana dan prasarana dan kurangnya tenaga pendidik. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Ari Santoso mengatakan, pihaknya terus berusaha untuk meminimalisir masalah tersebut.

Santoso menuturkan, pendidikan tidak akan bisa berjalan baik tanpa peran masyarakat. Untuk itu, perlu partisipasi swasta memangkas kesenjangan pendidikan.

"Misalnya, tanpa ada sekolah swasta berapa banyak siswa yang tidak bisa sekolah. Kita perlu pihak swasta," kata Santoso dalam acara 'Jadikan Hardiknas Momentum Pemerataan Pendidikan Berbasis Teknologi' di kawasan Jakarta Pusat, Jumat, 28 April 2017.

Demi mewujudkan pemerataan pendidikan, Quipper hadir di tengah masyarakat membawa visi 'Distributors of Wisdom'. Quipper merupakan aplikasi edukasi berbasis teknologi untuk guru dan siswa.

Public Relation and Marketing Manager Quipper Indonesia Tri Nuraini menyampaikan, Quipper mengusung konsep e-learning atau pembelajaran berbasis digital melalui platform Quipper School dan Quipper Video.

"Dua flatform itu memungkinkan siswa dan guru untuk memperoleh akses Pendidikan berkualitas kapan dan di mana saja," tutur Nuraini.

Wanita yang akrab dipanggil Inu ini memastikan belajar melalui gawai dengan aplikasi Quipper lebih menyenangkan. Ia menjamin konten yang disajikan sudah menyesuaikan standar pendidikan di Indonesia.

"Kami sangat menjaga kualitas, baik itu konten, tutorial maupun teknologi yang kami gunakan. Karena tiga hal itu sangat penting," kata dia.

Sejak hadir di tahan air pada tahun 2015, Quipper telah membantu proses belajar lebih dari 2,5 juta pelajar. Inu menyebut, hampir seluruh penggunanya lulus Ujian Nasional dan 50 persen di antaranya lulus Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Inovasi yang ditawarkan Quipper mendapat tanggapan positif dari pakar Pendidikan Itje Chodidjah. Menurutnya, pemanfaatan teknologi merupakan solusi paling masuk akal untuk mempersempit kesenjangan pendidikan.

"Teknologi bisa membuka akses untuk meningkatkan akses pendidikan. Siswa jadi lebih mudah dan efisien belajar," ujar Itje.

Hal senada juga disampaikan Maudy Ayunda. Aktris cantik yang merupakan Brand Ambassador Quipper Indonesia ini menuturkan, Quipper membuat siswa menjadi lebih mandiri dalam belajar.

Mereka, lanjut Maudy, tak lagi bergantung hanya dengan satu sumber, yakni guru. Ia menuturkan, siswa jadi memiliki sumber pembelajaran lain yang bisa memuaskan dirinya.

"Quipper ini benar-benar membantu siswa untuk mencari cara belajar mereka sendiri," pungkas dia.


(REN)

Aziz Pastikan Langkahnya Gantikan Novanto di DPR

Aziz Pastikan Langkahnya Gantikan Novanto di DPR

25 minutes Ago

Aziz mengungkapkan tidak ada satupun pasal di UU MD3 dan Tata tertib DPR RI yang mewajibkan leg…

BERITA LAINNYA