Orang Tua Menjadi Kunci dalam Menumbuhkan Minat Baca pada Anak

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 31 May 2017 07:00 WIB
bukuuntukindonesia
Orang Tua Menjadi Kunci dalam Menumbuhkan Minat Baca pada Anak
(Foto: Antara Fahrul Jayadiputra)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anak-anak saat ini lebih gemar bermain gadget ketimbang membaca buku. Gadget mampu mencuri perhatian anak dan mengalihkannya dari membaca buku fisik.

Lantas apakah Anda sebagai orang tua sudah terlambat untuk menumbuhkan minat baca pada anak? Sebenarnya tidak ada kata terlambat selama masih ada usaha.

Penulis dan penerbit buku Rabbit Hole, Devi Raissa mengatakan, menumbuhkan minat baca pada anak sebenarnya tidak sulit. Hal ini bergantung pada bagaimana orang tua membangun hubungan dengan anak.

"Jadi orang tua harus menyisihkan waktu untuk bacain buku tanpa adanya gadget. Jadi anak merasa buku itu penting. Lalu bacain buku sesuai usia perkembangan si anak," ujar Devi, dalam program acara Selamat Pagi Indonesia, di Metro TV, Jumat, 19 Mei 2017.

Selain itu, orang tua juga harus memberikan contoh yang baik. Jangan berharap anak mau membaca buku sedangkan orang tuanya malah asyik bermain gadget di hadapan anaknya. Peran keluarga dinilai memiliki pengaruh besar.

"Orang tua harus bangun komunikasi lewat buku. Jadi jangan cuma menyuruh anak supaya baca, tapi orang tuanya malah main gadget," tuturnya.

Dalam menumbuhkan minat baca anak, sebenarnya sudah bisa ditanamkan sejak anak masih berusia enam bulan. Jika anak biasa dibacakan buku sejak bayi, maka anak akan merasa buku adalah suatu kebutuhan. Anak otomatis akan membaca buku.

Mendongeng dan membacakan cerita sejak anak masih bayi juga bisa menjadi sarana bagi orang tua untuk membangun ikatan dan komunikasi dengan anak. Cukup 10 menit setiap hari bagi orang tua untuk mendekatkan anak dengan buku.

"10 menit sebelum tidur atau pada saat anak bangun sebelum orang tua bekerja bisa dibacakan. Setiap hari 10 menit asal konsisten sudah cukup," imbuhnya.

Namun demikian tidak semua orang tua mempunyai kesempatan untuk memperoleh buku-buku yang berkualitas untuk didongengkan kepada anaknya. Hal ini biasanya dialami oleh orang tua yang tinggal di daerah pelosok.

Belum meratanya distribusi buku ke seluruh wilayah Indonesia menyebabkan mereka kesulitan memperoleh buku. Bahkan bisa saja buku bacaan anak-anak tidak ditemukan karena keterbatasan stok buku.

Tentunya Anda bisa berperan dalam membawa perubahan dengan terlibat dalam gerakan #BukuUntukIndonesia. Gerakan ini memiliki semangat untuk membagikan buku gratis ke seluruh daerah pelosok di Indonesia.

Awali langkah kebaikan Anda dengan mengunjungi tautan www.BukuUntukIndonesia.com.  Klik tombol "berbagi" di website Buku Untuk Indonesia. Kemudian, Anda akan diarahkan ke halaman Blibli.com untuk memilih paket berbagi yang diinginkan.

Dengan berbagi minimal Rp100 ribu saja Anda sudah berpartisipasi untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Nantinya, dana yang terkumpul melalui gerakan #BukuUntukIndonesia akan dikonversi menjadi buku dan disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.


(ROS)