Film G30S PKI Hanya Beberkan 65% Kejadian Fakta

M Sholahadhin Azhar    •    Sabtu, 23 Sep 2017 01:28 WIB
peringatan g 30 s pki
Film G30S PKI Hanya Beberkan 65% Kejadian Fakta
Sejumlah warga menonton film penumpasan pengkhianatan G30S/PKI di markas Kodim 1304 Gorontalo. (Foto: Antara/Adiwinata Solihin).

Metrotvnews.com, Jakarta: Tak semua aspek dari film G30S PKI menggambarkan kejadian nyata. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Sirodj mengakui, hanya sebagian film tersebut sesuai jalan cerita.

"Katakanlah ada kebenaran, 65 persen. Tapi ada juga berlebihan 35 persen," ujarnya di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat 22 September 2017.

Soal adegan penyiksaan para jenderal di sinema itu, Said enggan menilai. Ia mengaku tidak mengetahui faktanya seperti apa. Hanya beberapa hal yang tidak cocok, misalnya tentang DN Aidit.

"Katanya DN Aidit enggak merokok, tapi di situ merokok," katanya.

(Baca juga: Isu PKI Bermotif Kepentingan Politik)

Menurutnya, ada tambahan adegan dari sutradara. Meskipun film itu menggambarkan sejarah. "Namanya film, bisa saja ada bunga-bunganya atau tambahan kanan kiri," sebut Said.

Namun begitu, PBNU sepakat dengan pemutaran kembali film G30S PKI. Sebab langkah tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mengingatkan kembali generasi muda tentang sejarah yang pernah terjadi.

(Baca juga: PBNU Setuju Pelurusan Sejarah Lewat Nobar Film G30S PKI)

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menyatakan kebijakan untuk memperbarui film 'Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI'. Arahan ini mempertimbangkan generasi di Indonesia yang mayoritas berusia muda.

"Menonton film, apalagi mengenai sejarah; itu penting. Tapi, untuk anak-anak millenial, tentu mesti dibuatkan lagi film yang bisa masuk ke mereka. Biar mereka paham bahaya komunisme, biar tahu juga mengenai PKI," kata Presiden di Jembatan Gantung Mangunsuko, Magelang, Jawa Tengah, Senin 18 September 2017.


(HUS)