Pemerintah Kaji Kebutuhan dan Rekrutmen Guru

   •    Selasa, 03 Apr 2018 13:16 WIB
gurutenaga honorer
Pemerintah Kaji Kebutuhan dan Rekrutmen Guru
Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan, Puan Maharani (tengah). Foto: Istimewa

Jakarta: Setelah lama pemberlakuan moratorium guru, pemerintah kini bersiap membuka kembali kuota kebutuhan guru. Pembukaan kuota akan diiringi perbaikan tata kelola.

“Jangan sampai sekolah-sekolah kita kekurangan guru, meskipun sekarang rasio antara guru dengan murid sudah baik,” kata Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan, Puan Maharani, melalui rilis yang diterima Medcom.id, Selasa, 3 April 2018.

Kemarin, Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat membahas kuota guru bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayan Muhadjir Effendy; Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur; dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro. Rapat digelar di Kantor Wakil Presiden, Jakarta.

Puan mengabarkan, rapat juga menyepakati bahwa pemerintah akan mengkaji kembali jumlah pasti kebutuhan guru, penempatannya, dan spesialisasi sesuai mata pelajaran.

Baca: Lampu Hijau Pengangkatan Guru Honorer

“Kami juga sepakat mengkaji aturan hukum jam kerja guru, berapa lama mereka berada di sekolah, hingga bertatap muka dengan murid di sekolah,” ujarnya.

Ke depan, ia meminta jajarannya agar tak membiarkan sekolah kekurangan guru karena itu berarti menghambat upaya mencerdaskan generasi muda bangsa. "Jika sudah pasti berapa kebutuhannya, proses rekrutmen guru dan tata kelolanya dapat dijalankan bertahap mulai 2018 ini hingga 2024.”




(UWA)