Sandiaga Mengakui Usulkan Rene jadi Komut Jaya Ancol

Nur Azizah, Nicky Widadio    •    Rabu, 16 May 2018 09:15 WIB
pembangunan jaya ancol
Sandiaga Mengakui Usulkan Rene jadi Komut Jaya Ancol
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno - Medcom.id/Nur Azizah.

Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengakui mengusulkan nama Rene Suhardono untuk menduduki jabatan penting di PT Pembangunan Jaya Ancol. Sandiaga membantah penunjukkan lantaran Rene tim sukses Anies-Sandi dalam Pilgub DKI Jakarta 2017. 

"Diusulkan, sama diusulkan seperti Pak Sarman Simanjorang (Komisaris Utama PT Delta Djakarta) diusulkan oleh saya. Diusulkan, lalu dites," kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Mei 2018.

Sandi menyebut Rene sosok yang memiliki pengetahuan di bidang ekonomi. Apalagi, dia seorang entrepreneur yang memiliki rekam jejak yang baik.

"Lalu, mengikuti proses pansel secara terbuka dan panselnya kita memang berikan kesempatan untuk independen dan menentukan sendiri," ujar Sandi.

Selain itu, Rene dinilai punya pengalaman besar di Pasar Seni. Jadi, lanjut dia, Rene memiliki pandangan sendiri untuk mengembangkan PT Pembangunan Jaya Ancol.

"Kita harapkan satu arah baru membawa Ancol dari perusahaan properti menjadi leisure economy, fokusnya ke depan," pungkas dia.

(Baca juga: Pemprov Pilih Rene Suhardono jadi Komut Jaya Ancol)

Sebelum menjabat sebagai Komisaris Utama Ancol, Rene merupakan founder Impact Factory, wadah konsultansi membantu per-usahaan menciptakan kondisi terbaik dengan mengoptimalkan kinerja para pegawai. Sebelum itu, dia mendirikan organisasi serupa bernama Happy5.

Nama baru lainnya di jajaran Dewan Komisaris Ancol ialah Geisz Chalifah. Geisz juga merupakan pendukung Anies Baswedan pada Pilkada DKI 2017. Dalam situs PT Pembangunan Jaya Ancol, latar belakang Geisz disebut sebagai Owner Khatulistiwa Press, Ketua Umum Yayasan Rahmatan Lil Alamin (SDIT Insan Mandiri), dan wiraswasta. Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Manajer Pemasaran PT FIM Jasa Ekatama pada 2001 hingga 2009.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki 72% saham di PT Pembangunan Jaya Ancol. Pemprov DKI sebagai pemilik saham terbesar berhak menunjuk komisaris. Ancol pun tercatat sebagai salah satu badan usaha milik daerah (BUMD).

Senin,13 Mei 2018,  PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk merombak sejumlah posisi. Berikut jabatan hasil rombakan: 

Komisaris Utama:  Rene Suhardono Canoneo.
Komisaris Independen: KRMH Daryanto Mangoenpratolo Yosodiningrat.
Komisaris: Gaisz Chalifah
Komisaris: Trisna Muliadi

(Baca juga: Jaya Ancol Incar Pendapatan Tumbuh 10%)
 


(REN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA