Tangkal Radikalisme Dimulai Dari Hulu

Rangkul UKM Keagamaan, Bukan Justru Dicurigai

Intan Yunelia    •    Minggu, 10 Jun 2018 13:50 WIB
Radikalisme di Kampus
Rangkul UKM Keagamaan, Bukan Justru Dicurigai
Foto: Antara/Risky Andrianto

Jakarta: Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bidang keagamaan seharusnya tidak diawasi dengan penuh kecurigaan.  Sebaliknya, mereka justru harus dirangkul sebagai tulang punggung untuk memastikan aktivitas keagamaan mahasiswa di lingkungan kampus beroreintasi pada paham keagamaan yang moderat dan berwawasan ke-Indonesiaan.

"Upaya-upaya tersebut jauh lebih strategis dan berkelanjutan daripada mendata dan memantau komunikasi sivitas akademika," kata Anggota Komisi X, Anang Hermansyah, dalam siaran persnya, di Jakarta, Minggu, 10 Juni 2018.

Anang mengatakan penanganan paham radikalisme di lingkungan kampus tidak bisa dilakukan dengan cara represif. Penanganan radikalisme harus dimulai dari hulunya.

"Jika pemerintah serius menangkal paham radikalisme di perguruan tinggi, segera dibuat sistem pencegahan yang dilakukan mulai dari hulu," kata Anang.

Salah satunya dengan memperkuat karakter mahasiswa baru. Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek) harus dimanfaatkan untuk menjadi ajang penguatan karakter calon mahasiswa yang beroeintasi kebangsaan dan keIndonesiaan.

"Perguruan Tinggi harus menjadi wadah yang maksimal bagi mahasiswa, untuk meningkatkan kreativitas baik pembelajaran organisasi, olahraga maupun seni dan budaya," jelas Anang.

Organisasi kemahasiswaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) harus menjadi pilar utama untuk menangkal paham radikalisme di lingkungan kampus.


(CEU)