Penyerangan Gereja di Sleman Khianati Pancasila

Faisal Abdalla    •    Senin, 12 Feb 2018 21:38 WIB
penyerangan
Penyerangan Gereja di Sleman Khianati Pancasila
Gereja St Lidwina/ANT/Andreas Fitri Atmoko

Jakarta: Aksi penyerangan terhadap jemaat Gereja St. Lidwina, di Gamping, Sleman Yogyakarta dinilai bentuk pengkhianatan terhadap Pancasila. Aparat kepolisian harus menindak tegas agar tidak ada lagi aksi kekerasan serupa.

"Apapun bentuknya, aksi teror itu keji, bertentangan dengan Pancasila, dan tidak ada kaitannya dengan agama tertentu,” kata Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Senin, 12 Februari 2018. 

Eko mengatakan, tindakan kekerasan itu juga telah melukai cita-cita keistimewaan DIY yang menjunjung tinggi bhinneka tunggal ika dan kerukunan antar umat beragama. Ia meminta, pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai UU yang berlaku. 

Untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa, DPRD DIY merekomendasikan Pemprov setempat untuk meningkatkan koordinasi dengan Polri dan TNI.

"DPRD DIY juga merekomendasikan kepada Pemda DIY untuk menggerakkan potensi kekuatan di desa dan kelurahan dengan melibatkan RW, RT, Linmas, Babinsa, Babinkamtibmas, Jaga Warga serta tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam melakukan deteksi dan cegah dini agar peristiwa ini tidak terulang," ujarnya. 

Selain itu, lanjut Eko, DPRD juga mengimbau kepada Pemprov DIY untuk melaksanakan Perda No 9 Tahun 2015 tentang kependudukan dengan fokus pada aparatur pemda hingga tingkat RW dan RT. Kondisi wilayah DIY yang menjadi tujuan banyak warga dari berbagai wilayah di tanah air juga membawa ekses negatif yang perlu dideteksi.

"Ada usulan, melakukan pemantauan dan pencatatan penduduk yang datang dan tinggal di Jogja. Tentu ini harus dilakukan secara ramah, merawat Jogja sebagai kota tujuan wisata dan tujuan pelajar dan mahasiswa untuk belajar," kata Eko.


(JMS)