Hukuman Berat Bagi Aparat Pengedar Narkoba Diapresiasi

   •    Selasa, 13 Feb 2018 20:39 WIB
kasus narkoba
Hukuman Berat Bagi Aparat Pengedar Narkoba Diapresiasi
Ilustrasi/Metrotvnews.com-M Rizal

Jakarta: Terbukti bukan sebagai pecandu yang harus direhabilitasi, Pengadilan Tinggi Manado memberatkan vonis mantan Kepala Bidang Pendaftaran Ekstensifikasi Penilaian Dirjen Pajak kantor Wilayah Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara (Kanwil Suluttenggomalut), Wahyu Nugroho, dengan vonis delapan tahun. Sebelumnya, dia hanya divonis satu tahun penjara.

Putusan yang jauh lebih berat dibanding vonis di Pengadilan Negeri (PN) Manado ini mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Ia menilai vonis delapan tahun penjara ini membuktikan aparat pengadilan, khususnya di pengadilan tinggi, berkomitmen menyatakan perang terhadap narkoba.

Menurut politisi Partai NasDem ini, vonis tinggi yang dijatuhkan Pengadilan Tinggi Manado membuktikan adanya kejanggalan dari putusan PN Manado.

“Barang bukti lebih dari 30 gram seharusnya sudah menjadi gambaran oknum PNS Ditjen Pajak ini bukan sekadar pengguna yang harus direhabilitasi,” kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Februari 2018.

Dia melanjutkan vonis itu harus dijalankan di dalam penjara. “Sesuai putusan Pengadilan Tinggi Manado, maka terdakwa harus dipenjara, bukan direhabilitasi,” kata dia.

Sahroni juga mengapresiasi kinerja Kapolda Sulut Irjen Bambang Waskito dan jajarannya dalam pemberantasan narkoba, termasuk yang menjerat pegawai pajak tersebut. Apresiasi juga disampaikan untuk Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Dirjen Pajak yang berkomitmen memberantas narkoba di lingkungan Kementerian Keuangan.

Baca: Pejabat Kanwil Pajak Tertangkap Bawa Sabu

Hakim Juru Bicara Pengadilan Negeri (PN) Manado, Vincentius Banar, membenarkan vonis terhadap Wahyu Nugroho diperberat.

“Wahyu divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Manado dengan hukuman pidana 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar,” kata dia, Senin, 12 Februari.

Selain Wahyu, terdakwa Totok Hartono yang terlibat dalam kasus yang sama juga mendapat ganjaran serupa.

“PT Manado menyatakan keduanya bukan pecandu yang harus direhabilitasi. Mereka didakwa telah bersekongkol bersama menguasai narkotika melebihi 5 gram,” kata dia.

Wahyu Nugroho ditangkap Direktorat Anti Narkoba Polda Sulut 19 Oktober 2017 di parkiran basement Apartemen Taman Sari Lagon Bahu Mall, Manado, dengan barang bukti dua paket besar sabu seberat 30,41 gram.

Majelis hakim PN Mando yang diketuai Vincentius Banar saat menangani perkara tersebut memvonis Wahyu dengan hukuman satu tahun penjara dikurangi masa tahanan. Empat hari setelah putusan dibacakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) kemudian mengajukan banding.




(UWA)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

2 days Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA