Ibu Kota Diguncang 5 Kecelakaan Konstruksi

Deny Irwanto    •    Selasa, 06 Feb 2018 11:18 WIB
konstruksikecelakaan kerja
Ibu Kota Diguncang 5 Kecelakaan Konstruksi
Crane girder yang ambruk pada proyek double-double track jalur kereta api di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Foto: MI/Susanto.

Jakarta: Lima kecelakaan konstruksi mengguncang wilayah Ibu Kota dalam waktu berdekatan. Beberapa di antaranya bahkan menelan korban jiwa dan korban luka.

Kecelakaan pertama terjadi di Apartemen Pakubuwono Spring, Jalan Cut Nyak Arief, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan roboh, Rabu, 27 Desember 2017, dini hari. Akibat kejadian itu tiga pekerja tewas.

Adi alias Bima, warga Purwakarta, Jawa Barat; Khoirul Ma'sum, warga Tulung Agung, Jawa Timur; dan Dedi Irawan warga Purwakarta, Jawa Barat, harus kehilangan nyawa. Dalam insiden ini, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan sudah memeriksa sejumlah saksi.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan polisi memeriksa 14 saksi dari kontraktor, subkontraktor, pengawas, serta manajemen konstruksi. Dari pemeriksaan tersebut, robohnya plafon murni kecelakaan kerja. 

"Kesimpulan setelah memeriksa itu adalah kecelakaan kerja," kata Mardiaz di Mapolres Jakarta Selatan, Senin, 8 Januari 2018.

Menurut keterangan para saksi, terungkap perusahaan konstruksi tersebut telah memberikan standar keselamatan kepada pekerja. "Saksi pun mengungkap perusahaan tersebut telah membuat larangan kepada pekerja untuk menjauhi bagian plafon yang sedang dibangun," jelas Mardiaz.

Selang beberapa hari, pada Selasa, 2 Januari 2018, kecelakaan proyek kembali terjadi. Balok proyek Tol Depok-Antasari (Desari) di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, ambruk sekitar pukul 09.45 WIB.

Akibat peristiwa itu, satu truk pengangkut tanah rusak tertimpa reruntuhan balok. Insiden ini tidak sampai memakan korban jiwa. Polisi yang mengolah tempat kejadian perkara (TKP) juga tidak menemukan unsur kelalaian dalam insiden tersebut. 

Deputi Project Manager PT Citra Waspphutowa Indra Purnadi mengungkapkan balok roboh lantaran terkena ekskavator. Kontraktor sudah memasang balok sejak 19 Desember 2017. Balok sudah kokoh saat dinaikkan ke fondasi proyek.

Saat penggalian tanah di sekitar jembatan, ada ekskavator yang mengenai salah satu balok sehingga kecelakaan tak dapat terhindarkan. "Satu fondasi roboh membuat efek domino sehingga membuat yang lain ikut ambruk," kata Indra di lokasi.

Berselang sekitar dua pekan, Senin, 15 Januari 2018, selasar Tower II gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, ambruk. Dalam kejadian tersebut, Polda Metro Jaya mencatat ada 72 korban luka yang dilarikan ke rumah sakit.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan sebagian korban yang dilarikan ke rumah sakit mengalami luka patah tulang. Mereka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

"Dirawat di RS AL Mintoharjo 15 orang, RS MRCCC 30 orang, RS Pertamina 7 orang, dan RS Jakarta 20 orang," kata Argo.

Puluhan korban tercatat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Palembang, Sumatera Selatan. Mereka tengah berkunjung ke BEI. Pusat Laboratorium Forensik Polri masih menyelidiki penyebab pasti robohnya selasar.

Argo menjelaskan dalam penyelidikan ini, Polda Metro Jaya mem-backup penyidik Puslabfor Polri untuk mengumpulkan bukti reruntuhan bangunan di lokasi. Namun, kata Argo, pihaknya tidak bisa mempublikasikan hasil penyelidikan tersebut. 

"Itu kewenangan Mabes Polri ya, sudah ditangani di sana," ungkap Argo.

Kecelakaan kembali kerja terjadi di proyek light rail transit (LRT) Kelapa Gading-Velodrome di Jalan Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin dini hari, 22 Januari 2018. Lima orang pekerja yang tengah memasang beton mengalami luka-luka.

Kelima pekerja tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Columbia Asia guna mendapatkan perawatan medis. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menduga kecelakaan itu karena kesalahan manusia (human error). 

"Kecelakaan itu dari manusianya, sementara kalau teknologi itu adalah alat yang kalau dikerjakan disiplin dan taat azas tidak akan ada apa-apa," kata dia di Palembang, Sumatera Selatan, Senin, 22 Januari 2018.

Dia akan memerintahkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menginvestigasi kasus ini. Selain itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membentuk satuan untuk meningkatkan keselamatan dalam pembangunan proyek transportasi.

Baca: ?Empat Korban Crane Jatuh Diserahkan ke Keluarga

"Saya akan menugaskan KNKT untuk mengevaluasi itu. Kita juga akan buat satuan tertentu untuk meningkatkan keselamatan kerja dalam konstruksi khususnya pekerjaan elevated yang dilakukan oleh kontraktor," jelas dia.

Kecelakaan kelima terjadi di proyek double double track lintasan kereta api di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu, 4 Februari 2018. Insiden itu menewaskan empat pekerja proyek.

Empat korban yang meninggal dunia di antaranya, Jaenudin, 44, warga Karawang, Jawa Barat; Dami Prasetyo, 25, warga Purworejo, Jawa Tengah; Joni Fitrianto, 19, warga Purworejo, Jawa Tengah; dan Jana Sutisna, 44, warga Bandung, Jawa Barat.

Direktur Operasional PT Hutama Karya Suroto mengatakan pihaknya akan membentuk tim investigasi. Tim ini melibatkan Polri, Dinas Tenaga Kerja DKI, Komite Keselamatan Konstruksi, KNKT, dan direktur keselamatan perkeretaapian Kemenhub.

"Selama investigasi, pengerjaan proyek dihentikan. Kalau sudah selesai, nanti baru jalan lagi," kata Suroto di lokasi.

Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi terkait insiden jatuhnya crane. Polda Metro Jaya mengatakan keterangan saksi akan disandingkan dengan hasil olah TKP yang dilakukan penyidik.

"Sudah ada saksi enam orang yang sudah diperiksa, karyawan yang ikut kerja waktu itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono kepada Medcom.id, Senin, 5 Februari 2018.

Argo menjelaskan saat ini penyidik belum bisa memastikan penyebab pasti robohnya crane yang menewaskan empat orang tersebut. Ke depan, penyidik juga akan meminta keterangan ahli untuk menguatkan hasil olah TKP dan keterangan saksi pekerja.





(OGI)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA