IPB Siap Cetak 500 Sociopreneur untuk Jawa Barat

Antara    •    Kamis, 06 Dec 2018 17:14 WIB
Pendidikan Tinggi
IPB Siap Cetak 500 <i>Sociopreneur</i> untuk Jawa Barat
Kebersamaan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Walikota Bogor Bima Arya, Rektor IPB (Institut Pertanian Bogor) dan Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, dokumentasi Pemkot Bogor.

Bogor:  Institut Pertanian Bogor (IPB) menyiapkan lulusan dengan kemampuan sociopreneur yang akan mengisi kebutuhan sarjana pertanian di desa-desa.  Khusunya untuk wilayah Jawa Barat.  

"Gubernur Jawa Barat sudah minta IPB untuk menghasilkan 500 orang per tahun yang
siap ditempatkan di desa untuk bisa memfasiltasi sebagai sociopreneur," kata Rektor IPB, Arif Satria dalam Seminar Nasional Inovasi Agromaritim 4.0 di IPB Internasional Convention Center, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis, 6 Desember 2018.

Menurut Arif, rencana untuk menyiapkan lulusan ini telah dibahas dalam beberapa kali pertemuan antara dirinya dengan Gubernur Ridwan Kamil beberapa waktu lalu. Ia menyebutkan, pertemuan pertama saat Gubernur Ridwan Kamil berkunjung ke Bogor Februari dan Oktober lalu. 

Dilanjut dengan pertemuan balasan yang dilakukan Arif saat berkunjung ke Bandung November lalu.  "Kami sudah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Barat dan menyatukan visi," katanya.  

Kebutuhan sarjana pertanian di desa sangat diperlukan agar sejalan dengan program pembangunan pedesaan yang dilakukan oleh pemerintah melalui dana desa.  Selain itu, pengembangan teknologi dan inovasi bidang pertanian seiring tuntutan era revolusi industri 4.0, memerlukan sarjana-sarjana yang dapat mendampingi petani mengakses hal tersebut.

"Gubernur sangat berharap IPB punya peran besar dalam mentransformasi pertanian di Jabar," katanya.  

Baca: Rektor IPB: 128 Jumlah SKS Ideal

Hal pertama yang akan dilakukan oleh IPB dalam menjawab permintaan tersebut, lanjutnya, berangkat dari pemetaan komoditas di setiap kabupaten di wilayah Jawa Barat.  "Kita sudah memiliki peralatannya yang berbasis kepada 4.0," ungkap Arif.

Langkah berikutnya, implementatif dari apa yang sudah dimiliki oleh IPB dalam pengembangan sektor pertanian. Seperti IPB sudah memiliki beberapa model-model pertanian cerdas (smart farming) yang akan diterapkan di Jabar.  

Dengan semua langkah tersebut, lanjut Arif, yang jadi persoalan adalah siapa yang akan mengisinya. Karena Gubernur Jawa Barat memiliki program satu desa satu perusahaan.  "Siapa manajernya, siapa dirutnya, maka itu berharap IPB yang akan berperan di sana, ini yang disebut
sociopreneur," katanya.  

Sociopreneur jelasnya, adalah orang yang memiliki kewirausahaan sosial yang mampu untuk mengkonsolidasikan petani di beberapa lokasi serta mampu menerapkan teknologi.  Ia mengatakan, jika teknologi 4.0 yang dimiliki IPB bisa diterapkan di Jawa Barat, maka ada para lulusan baru yang sudah siap menjalankannya.

Untuk meningkatkan praktek pertanian presisi. lanjut Arif, pemerintah melalui dana desa atau BUMDes bisa memfasilitasi petani memiliki drone atau fasilitas teknologi 4.0 lainnya.  Dengan teknologi ini, petani dapat mengetahui waktu panen yang tepat, menghasilkan buah yang baik. 

"Semua ini tidak bisa dilakukan oleh petani sendiri, itulah perlunya petani sociopreneur yang berasal dari sarjana IPB baik itu vokasi maupun strata satu," kata Arif.  

Arif menambahkan, dalam waktu dekat dirinya bersama Gubernur Jawa Barat akan segera membuat seminar untuk memfokuskan diri agar program transformasi pertanian di Jawa Barat dapat berjalan dengan baik. 


(CEU)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA