Pendeteksi Tsunami Indonesia Sudah Uzur

Sonya Michaella    •    Sabtu, 13 Oct 2018 14:20 WIB
gempatsunamiGempa Donggala
Pendeteksi Tsunami Indonesia Sudah Uzur
Kehancuran akibat gempa dan tsunami di kota Palu, Sulawesi Tengah, 30 September 2018. Foto AFP

Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengakui alat-alat yang terpasang untuk mendeteksi gempa dan tsunami harus diperbarui. Hal ini dilakukan agar informasi ke masyarakat lebih akurat.
 
"Tantangannya, kita harus introspeksi bersama-sama apa yang harus diperbaharui dan harus ditambah untuk menginformasikan ke masyarakat," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG, Harry Tirto di Jakarta, Sabtu, 13 Oktober 2018.
 
Harry menjelaskan perihal misinformasi ketika tsunami menerjang Sulawesi Tengah. "Memang waktu itu awalnya gempa 5,9 Skala Richter (SR). Lalu baru ada susulan-susulan sampai 7,4 SR. Kita sudah informasikan tidak ada tsunami tetapi ternyata tsunami itu datang bersamaan gempa 7,4 itu," katanya.

Baca: Pemerintah Kebut Pembangunan Hunian Sementara

BMKG berencana memasang sensor tsunami dan gempa dasar laut. Sebab, teknologi sensor yang ada saat ini sudah ketinggalan zaman.
 
Teknologi sensor dasar laut dinilai lebih cepat dan akurat mengirim informasi dibanding sensor terapung. Sensor dasar laut bisa mengirimkan informasi seketika ketika terjadi gempa dan tsunami. Sementara sensor yang terapung butuh waktu hingga dua menit.




(FZN)

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

2 weeks Ago

Jakarta: KPK menahan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari, Senin, 1 April 2019. Markus me…

BERITA LAINNYA