Mendemo Pemerintah Soal Kasus Rizieq Salah Sambung

Arga sumantri    •    Kamis, 08 Nov 2018 11:22 WIB
Rizieq Shihab
Mendemo Pemerintah Soal Kasus Rizieq Salah Sambung
Wakil Ketua TKN KIK Abdul Kadir Karding/Medcom.id/Arga Sumantri

Jakarta: Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo, Abdul Kadir Karding, menilai unjuk rasa terkait kasus Rizieq Shihab di Arab Saudi tak ada gunanya. Terlebih, jika pemerintah Indonesia yang jadi sasaran demonstrasi.

"Karena memang tak ada hubungannya antara penangkapan atau penahanan atau pemeriksaan Habib Rizieq di Mekkah dengan Indonesia," tegas Karding saat dihubungi, Kamis, 8 November 2018.

Karding mengatakan pemerintah Indonesia justru sudah memberi pendampingan terhadap Rizieq. Pemerintah juga terus berkomunikasi dengan Kerajaan Arab.

"Syukur-syukur diberi kemudahan dalam penanganan. Kalau ada yang demo di Indonesia itu tentu judulnya salah sambung," ungkap Politikus PKB itu.

Menurut Karding, perkara yang dihadapi Rizieq di Arab berkaitan adanya bendera yang dianggap otoritas setempat mirip lambang ISIS. Karding mengatakan kasus Rizieq bisa jadi pelajaran di Tanah Air.

"Tentu ini menunjukkan apa yang terjadi di Indonesia (soal bendera) sama dengan di Arab. Di Arab saja menolak, tentu di negara kita juga seperti itu," ucpa dia.

Rizieq sempat ditahan aparat keamanan Arab Saudi untuk dimintai keterangan, 5 November 2018. Penangkapan atas laporan warga Mekkah yang melihat bendera menyerupai bendera ISIS di depan rumah yang ditempatinya.

Rizieq kembali ke kediamannya di Mekkah sekitar pukul 20.00 waktu setempat, Selasa, 6 November 2018. Pejabat KJRI Jeddah telah memberikan pendampingan kepada Rizieq.


(OJE)