Kesadaran Pengguna Narkoba soal Rehabilitasi Minim

   •    Selasa, 26 Jun 2018 11:27 WIB
narkoba
Kesadaran Pengguna Narkoba soal Rehabilitasi Minim
Para residen dalam tahapan re-entry sedang mengikuti latihan musik di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido di Desa Wates Jaya, Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto: MI/Ferdian Ananda Majni)

Jakarta: Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Dyah Utami menyebut kesadaran pengguna narkoba untuk mendapatkan pengobatan dan rehabilitasi ke pusat-pusat rehabilitasi masih minim.

Mayoritas pengguna narkoba yang datang ke BNN mengaku takut aspek pidana akan diusut oleh kepolisian jika mereka memberanikan diri melapor ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) pemerintah.

"Kesadaran bahwa mereka bisa berobat (masih minim), padahal banyak contoh mereka bisa lepas masalah narkotika. Hanya pada umumnya mereka masih fase menikmati sehingga dianggapnya enggak harus berhenti," ujarnya, dalam program Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa, 26 Juni 2018.

Selain kesadaran, kendala lain yang dihadapi BNN untuk merehabilitasi pengguna adalah belum maksimalnya pusat-pusat rehabilitasi yang dimiliki pemerintah.

Dyah mengatakan pusat rehabilitasi bukan tempat biasa melainkan layanan khusus dan spesifik yang membutuhkan profesi tertentu untuk membantu menangani pasien, terutama mereka yang berisiko dan sudah sangat candu akan narkoba.

"Di wilayah seperti kepulauan sulit mencari tempat untuk rehabilitasi. Ini menjadi tantangan bagi kita karena tidak semua fasilitas kesehatan mau memberikan layanan seperti ini," kata dia.

Sementara itu, penemu Aplikasi Rehab Plus Aryo Maulana menilai memutus mata rantai pengguna narkoba harus dilakukan dari hulu sampai hilir. 

Ia menilai persoalan utama seseorang tidak mampu meninggalkan kebiasaan menggunakan narkoba karena kemudahan akses dan ketersediaan finansial.

"Kunci utamanya adalah uang tunai. Jadi walaupun suplainya sulit dihentikan kalau uangnya bisa kita kontrol, aman," kata dia.

Dia menambahakan, selain pengendalian secara finansial, peran keluarga mutlak dibutuhkan untuk menjaga pengguna yang sudah direhabilitasi tak kembali mengonsumsi narkoba.

"Di pencegahannya pun harus kuat supaya anggaran pemerintahnya tidak sia-sia," jelas dia.




(MEL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

5 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA