Pola Asuh Diduga jadi Sebab Pembunuh Grace Pendendam

Sri Utami    •    Sabtu, 26 May 2018 17:25 WIB
penemuan mayat
Pola Asuh Diduga jadi Sebab Pembunuh Grace Pendendam
Ilustrasi--medcom.id

Jakarta: Lingkungan tidak ramah dianggap menjadi faktor terhambatnya tumbuh kembang anak secara optimal. Akibatnya tumbuhnya sikap pendendam. Hal itulah yang diduga dialami R, 15,  pelaku (korban) pembunuhan Grace Gabriela Bimusu.

"Kita harus melihat pola pengasuhan keluarganya seperti apa. Karena ini menjadi referensi dan sangat mempengaruhi perkembangan secara kejiwaannya," kata Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan Keluarga dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPPA), Rohika Kurniadi Sari, Sabtu, 26 Mei 2018.

Lingkungan tidak ramah anak lanjutnya, mencakup beberapa hal, yakni keluarga, masyarakat dan lingkungan (teknologi).

"Bisa jadi anak ini tidak diberikan pola asuh yang dapat menumbuhkan jiwa yang kuat. Bagaimana dia mengemukakan pendapatnya, kebebasannya dan lain sebagainya," imbuhnya.

Baca: Polisi Tetapkan Tersangka Pembunuh Bocah Grace

Lebih lanjut dikatakan, keluarga dan masyarakat merupakan lingkungan terdekat untuk menjadi contoh pola asuh yang ramah anak. Kesadaran tersebut harus dibangun secara kolektif dengan peran pemerintah yang hadir dalam menciptakan ruang aman yang lebih besar terhadapat anak.

"Dari lingkungan keluarga, bertetangga sampai tinggat kecamatan harus bersama menciptakan itu," tegasnya.

Baca: Bocah Grace Menghilang saat Ibunya Tengah Menyetrika

Bocah yang menginjak usia remaja tersebut mengakhiri hidup Grace lantaran dendam dengan orangtua korban. Padahal R dan keluarga korban bertetangga dan memiliki hubungan baik. 

Grace ditemukan tidak bernyawa di sekitar kebun singkong tidak jauh dari rumahnya. Saat itu kondisi tubuh Grace dengan tangan terikat dan berada di dalam karung.


(YDH)