Kontribusi Besar General Electric dalam Sejarah Dunia

Rosa Anggreati    •    Selasa, 04 Jul 2017 11:26 WIB
teknologi
Kontribusi Besar General Electric dalam Sejarah Dunia
(Foto:Shutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: General Electric (GE), perusahaan raksasa dunia yang beroperasi sejak 1892, telah lama membantu kehidupan manusia. Ia tercatat pernah berkontribusi dalam peluncuran Apolo 11, misi luar angkasa berawak pertama yang berhasil membawa manusia ke bulan dan kembali dengan selamat.


GE berperan dalam suksesnya proyek NASA tersebut. Jerih payah tak kurang dari 6 ribu pekerja GE telah menyukseskan Neil Armstrong sebagai manusia pertama yang menjejakkan kaki ke bulan. Armstrong menggunakan sepatu boot berbahan karet silikon buatan GE.


Keberhasilan GE tersebut tercatat dalam lembaran sejarah dunia. Tak cuma itu, GE juga pernah menyumbangkan kontribusi nyata dalam bidang kesehatan yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia, yakni inovasi X-Ray atau sinar-X. Penemuan sinar-X atau sinar Röntgen pada tahun 1895, menggerakkan periode dalam sejarah GE Healthcare di mana pencitraan tubuh manusia dikaitkan dengan merek inovasi. Penemuan Röntgen mencapai puncaknya pada 1970an. GE menjadi pemimpin peralatan sinar-X pertama yang melakukan gerakan kuat ke dalam pasar CT-ray computed tomography (CT).



(Foto:Getty Images)


Tak ketinggalan di Indonesia, GE melalui GE Healthcare memberikan sumbangsih di bidang pelayanan kesehatan, yaitu melalui teknologi USG (Ultrasonography). Salah satu andalannya ialah mesin USG portable, Vscan Access. Mesin ultrasound yang semula sebesar meja, kini lebih mudah diakses karena GE Healthcare menciptakan USG dengan teknologi modern yang portable sebesar telepon genggam, yakni Vscan Access. Berbekal perlengkapan medis yang mudah dibawa seperti Vscan Access, diharapkan akan lebih mudah menjangkau seluruh daerah, bahkan hingga tempat terpencil sekali pun di Indonesia.


Ketika manusia melompat ke era baru teknologi, yaitu digital industrial, GE siap memberikan pengaruh signifikan dan membantu masyarakat agar mampu menghadapi perekonomian global yang semakin kompetitif. Di sektor pertanian, GE mengembangkan platform bernama Predix yang menghasilkan aplikasi industrial internet bernama HARA.


HARA memfokuskan pada masalah dan tantangan yang dihadapi pertanian pada tahap praproduksi dan produksi. HARA menangani beberapa masalah yang dihadapi oleh petani. Pertama, masalah potensi lahan, terutama pengetahuan terhadap nutrisi tanah. Pengetahuan tentang potensi lahan ini membantu memecahkan masalah lain, yaitu optimasi pertanian. Terakhir, HARA juga memecahkan masalah penanganan hama dan penyakit tanaman.


Sistem ini memiliki tiga fitur utama. Pertama, aplikasi ponsel yang berfungsi untuk mengambil data dari petani. Aplikasi tersebut dapat memetakan lahan petani tersebut, mengukur luas dan posisi lahan. Aplikasi ini juga membantu mencatat kegiatan pertanian yang dilakukan, seperti jenis dan banyak pupuk yang digunakan, bibit yang ditanam, serta hama dan penyakit apa saja yang terjadi.



(Foto:Shutterstock)


Fitur kedua adalah platform analitik berbasis web. Lewat platform ini perusahaan agrikultur dapat memantau posisi lahan, hama, juga penyakit yang terdapat pada lahan tersebut. Dan fitur ketiga ialah prediksi hasil panen dan rekomendasi langkah-langkah untuk petani. Rekomendasi yang diberikan misalnya berupa bibit dan pupuk yang mesti digunakan.


Seperti yang dikatakan GE’s chairman and CEO Fred J Borch saat peluncuran Apollo 11, "Sejarah telah dibuat, dunia telah berubah, dan seluruh General Electric Company bangga atas kontribusi yang telah dibuat," kali ini GE berbangga hati karena siap berperan dalam membangun Indonesia menjadi lebih baik.


Indonesia memiliki peluang besar mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan investasi industri global. Inovasi ini disebut GE sebagai "The Future of Work," yang meliputi Industrial Internet, Advanced Manufacturing, dan Global Brain. Bersama-sama, mereka memanfaatkan kekuatan data besar untuk meningkatkan efisiensi peralatan dan sistem industri, dan untuk membangun kemitraan yang lebih kuat antara manusia dan mesin.


Ini akan meningkatkan efisiensi infrastruktur, serta kekuatan ekosistem terdiversifikasi dan terdistribusi yang dapat membentuk landasan ekonomi yang seimbang, beragam, dan kompetitif.


Anda bisa mengetahui lebih banyak tentang GE dan white paper GE "Future of Work in Indonesia" dengan mengklik tautan ini.





(ROS)

3 <i>'Cluster'</i> Besar Pemain Korupsi KTP-el

3 'Cluster' Besar Pemain Korupsi KTP-el

1 hour Ago

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah membagi pihak yang terseret kasus…

BERITA LAINNYA