Sebelum Dibakar, MA Sempat Bersujud Minta Maaf

Deny Irwanto    •    Rabu, 09 Aug 2017 21:43 WIB
kekerasan
Sebelum Dibakar, MA Sempat Bersujud Minta Maaf
Ilustrasi kekerasan. Foto: MTVN/M Rizal

Metrotvnews.com, Jakarta: MA, sempat bersujud dan mencium kaki Rojali, marbot musala, sesaat sebelum diamuk massa dan dibakar hidup-hidup hingga tewas.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Asep Adi Saputra menyampaikan, saat itu MA sempat meminta maaf. Namun hal tersebut tidak menggetarkan hati warga yang sudah tersulut.

"Dia (MA) sempat cium kaki Rojali minta maaf, 'maafkan saya pak ustaz', begitu kata MA," kata Asep di Mapolda Metro Jaya, Rabu 9 Agustus 2017.

Asep menjelaskan, Rojali sempat menegur dan mengejar MA saat mengetahui amplifier di musala Al Hidayah diketahui hilang.

Saat itu MA mencoba melarikan diri dan dikejar Rojali hingga dihentikan karena jatuh dari motor yang dikendarainya.

"Di situlah kemudian Rojali menyusul dan memeriksa, di tas punggung MA ada amplifier yang diakui milik musala Al Hidayah," jelas Asep.

Saat ditangkap, MA langsung mengakui telah membawa amplifier dari musala tersebut. Namun warga yang sudah terlanjur berkumpul, mereka langsung mengadili MA dengan membabi buta.

Sementara Rojali yang hanya seorang diri tidak mampu mencegah, hingga berakhir pada pembakaran. 

"Namun massa tidak terbendung, Rojali sempat menghalau tapi massa tidak berimbang sehingga terjadi pengeroyokan yang menewaskan MA," pungkas Asep.

Dalam kasus ini polisi sudah menangkap lima pelaku yang diduga mengeroyok dan membakar MA hidup-hidup hingga akhirnya tewas. Mereka adalah SD, 27, AL, 19, KR, 56, NNH, 40, dan SH, 40. 
BACA: Polisi Buru Pengunggah Video Pembakaran MA



(LDS)