Jokowi Diminta Tunggu Pelantikan Anies-Sandi untuk Bahas Reklamasi

Husen Miftahudin    •    Rabu, 11 Oct 2017 12:41 WIB
reklamasireklamasi teluk jakarta
Jokowi Diminta Tunggu Pelantikan Anies-Sandi untuk Bahas Reklamasi
Foto udara pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso.

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta Presiden Joko Widodo bersabar menunggu pelantikan Anies Baswedan- Sandiaga Uno sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI. Bila sudah dilantik, Jokowi bisa memanggil Anies-Sandi untuk membahas reklamasi Teluk Jakarta.

"Kita tahu pemerintah punya persoalan uang dan investasi, sedang kepepet. Tetapi juga adalah baik menjaga perasaan masyarakat dan pikiran yang berkembang dalam reklamasi ini banyak masalah. Karena itu, tunggulah otoritas baru yang punya legitimasi duduk baik-baik," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 11 Oktober 2017.

Menurut dia, ada persoalan menepati janji kampanye dari Anies-Sandi yang ingin menghentikan reklamasi lantaran merusak lingkungan dan merugikan warga di pesisir utara Jakarta. Di sisi lain, pemerintah pusat ingin reklamasi dilanjutkan untuk membuka ruang invetasi sebesar-besarnya.

Sebagai pemegang tampuk kekuasaan tertinggi pemerintahan DKI yang baru, Anies-Sandi punya mandat untuk merealisasikan janji mereka terhadap penghentian reklamasi. Bila tak menepati janjinya, Anies-Sandi bisa disebut membohongi publik.

Fahri menilai, Jokowi harus menyelesaikan masalah reklamasi dengan melihat dua pendekatan kepentingan. Memanggil Anies-Sandi adalah langkah tepat untuk menyelesaikan masalah reklamasi secara keseluruhan.

Pendekatan pertama adalah pengembangan maritim yang sudah menjadi komitmen pemerintah. Reklamasi harus ditinjau dengan perspektif maritim dengan kajian yang tidak merugikan lingkungan dan manusia.

"Sementara di sisi lain bagaimana dengan nasib orang yang digusur begitu saja? Bagaimana nasib nelayan Teluk Jakarta. Itu semua harus diomongin dan masuk dalam opsi, sehingga pejabat yang dapat mandat baru ini bisa meyakinkan masyarakat untuk menerima (reklamasi)," pungkas Fahri.

Baca: ?Pencabutan Moratorium Reklamasi telah Melalui Konsultasi Publik

Seperti diketahui, Anies-Sandi berjanji akan menghentikan reklamasi Teluk Jakarta sewaktu kampanye. Keputusan itu diperkuat rekomendasi Tim Sinkronisasi untuk tidak melanjutkan pengurukan di pesisir utara Jakarta itu.

Sementara itu, pada 5 Oktober 2017, Kemenko Maritim mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Nomor S-78-001/02/Menko/Maritim/X/2017. Surat tersebut mencabut moratium sementara pembangunan reklamasi.




(OGI)