Ritual Barong di Chingay

   •    Senin, 13 Feb 2017 16:38 WIB
pariwisata
Ritual Barong di Chingay
Prosesi penyucian Barong sebelum ditampilkan pada Parade Chingay Singapura 2017.MTVN/Istimewa

Metrotvnews.com, Marina Bay: Ke mana pun, sejauh apa pun Barong pergi, dia harus `dikawal`. Harus bersih. Kalau tidak, hmmm....

Ritual itu pula yang dilakukan tim dari Institut Seni Indonesia Denpasar, Bali. Mereka `memandikan` Barong dan orang yang akan memainkannya di Chingay Parade 2017 di Marina Bay, Singapura.

Prosesi dipimpin Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar, Bali, I Gede Arya Sugiarta. Namun, dia tak mau mengartikan gumanan, hmmm. Hanya, menurut beberapa orang, itu bisa saja merujuk pada hal-hal tak baik.

Penyucian disambungkan lewat sesaji berisi dupa, uang, dan bunga yang ditaruh dalam besek bambu. Sesaji diletakkan di depan kepala Barong. Calon penari Barong lalu menyalakan dupa dan berdoa di depan kepala Barong.


Sesaji untuk pembersihan Barong.MTVN/Istimewa

Ritual tak berjalan lama. Namun, karena digelar di F1 Pit Building Singapura, ini menjadi unik. Walhasil banyak peserta parade dari negara lain yang penasaran. Tenda Indonesia pun jadi ramai.

Barong adalah sebuah tarian tradisional Bali. Tarian topeng dan kostum badan berbentuk harimau ini bisa dimainkan satu atau dua penari.

Sugiarta mengakui, memang ada beberapa syarat untuk memainkan Barong. Salah satunya upacara pembersihan. Dia mengatakan, Barong yang ditampilkan di Chingay adalah koleksi National University of Singapore (NUS).

"Barong itu dibeli seorang profesor NUS yang sangat tertarik dengan budaya Bali. Barong sehari-hari di pajang di NUS," kata Sugiarta di Marina Bay, akhir pekan kemarin.

Ini bukan kali pertama Barong hadir di arak-arakkan jalanan terbesar di Asia itu. Lima belas tahun silam, Barong juga hadir di Parade Chingay.


Ritual penyucian Barong di Parade Chingay Singapura.MTVN/Istimewa

Pada tahun ini, Kementerian Pariwisata RI lewat branding Wonderful Indonesia mengirim tujuh delegasi. Mereka adalah Indonesia Batik-lurik Carnaval, ISI Surakarta, Pemkab Klaten, Institute for Art Denpasar, Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Medan, Sanggar Tari Boyolali, SMA President, dan SMA Al-Azhar Asyifa.

Penampilan kontingen Indonesia pada pesta dua malam pada 10-11 Februari 2017, itu mendapat sambutan meriah. "Ini trend positif," kata Indra Eka Permana, perwakilan khusus Kemenpar. Dia berharap, rasa penasaran publik Singapura bisa mendorong hasrat mereka melancong ke Indonesia.


(ICH)

Penyakit Novanto Kembali Bertambah

Penyakit Novanto Kembali Bertambah

1 hour Ago

Setyo menduga vertigo yang diderita Novanto berasal dari penyakit sinusitisnya.

BERITA LAINNYA