9 Penjual Satwa yang Dilindungi Ditangkap

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 26 Sep 2018 18:02 WIB
hewan dilindungi
9 Penjual Satwa yang Dilindungi Ditangkap
Polisi mengungkap perdagangan satwa dilindungi. Foto: Medcom.id/Dian Ihsan Siregar.

Jakarta: Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menangkap 9 penjual satwa yang dilindungi. Mereka diduga memelihara dan memperniagakan satwa yang dilindungi tanpa dilengkapi surat ijin dari instansi terkait.

"Kesembilan tersangka ini dengan inisial BJ, EV, ZN, RSB, AL, ES, MYN, AF, dan SF," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta, Rabu, 26 September 2018.

Menurut Argo, pelaku menjalani aksinya mulai Januari hingga September 2018. Bisnis terlarang itu dijalankan di daerah Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. 

Dari tangan tersangka, kepolisian mendapatkan beragam hewan langka. Satwa itu meliputi 128 kura-kura moncong babi, 2 buaya muara, dua burung kakaktua, satu burung jalak Bali, satu burung jalak putih, dan satu burung tiong Nias.

"Lalu, ada juga satu ekor burung jalak suren, satu ekor burung bayan, satu ekor lutung Jawa, dan satu ekor siamang," ungkap dia.

Para tersangka, sambung dia, menjual dan menawarkan satwa yang dilindungi media sosial. Transaksi pembayaran dilakukan dengan transfer melalui rekening yang sudah ditentukan.

Baca: Banyak Hewan Mati di Area Konservasi, Pariwisata Afrika Terpukul

"Harga hewan yang dijual, untuk kura-kura mo‎ncong babi dijual Rp100 ribu per ekor, burung dijual Rp450 ribu sampai Rp3 juta per ekor, dan buaya muara dijual sekitar Rp600 ribu sampai Rp1,2 juta per ekor," sebut dia.

Tersangka dikenakan Pasal 21 Ayat (2) Huruf a dan Pasal 40 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Pelaku terancam paling lama lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 juta.


(OGI)

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

2 weeks Ago

Jakarta: KPK menahan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari, Senin, 1 April 2019. Markus me…

BERITA LAINNYA