Peran Keluarga Selamatkan Anak dari Narkoba

   •    Selasa, 26 Jun 2018 10:08 WIB
narkoba
Peran Keluarga Selamatkan Anak dari Narkoba
Anggota Komunitas Aftercare Medan menunjukkan pin saat aksi memperingati Hari Anti Narkoba Internasional, di Bundaran Majestik, Medan, Sumatera Utara. (Foto:ANTARA/Irsan Mulyadi)

Jakarta: Tren penggunaan narkoba yang tak menunjukkan angka penurunan setiap tahunnya membuat pemerintah berpikir ekstra keras bagaimana mengentaskan Indonesia dari status darurat narkoba.

Faktanya, membuat Indonesia terbebas dari narkoba bukan hanya dari sisi pencegahan. Salah satu bagian penting yang harus dilakukan adalah pendampingan pasca-rehabilitasi terhadap para pengguna narkoba agar tak kembali menjadi pencandu.

"Kecanduan itu penyakit kronis dan kambuhan. Artinya butuh proses dan waktu panjang untuk seseorang bisa benar-benar pulih dan bebas narkoba," ungkap Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Dyah Utami, dalam Selamat Pagi Indonesia, Selasa, 26 Juni 2018.

Menurut Dyah ada tiga pilar yang paling tidak harus berjalan beriringan untuk membuat seorang pengguna meninggalkan kebiasaannya mengonsumsi narkoba.

Pilar pertama dari sisi suplai atau masuknya barang-barang haram itu ke Indonesia. Kedua adalah pencegahan, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyaraka dan ketiga pentingnya peran keluarga untuk mengurangi dampak buruk narkoba terhadap pengguna.

"Tiga pilar ini harus berjalan bersama. Kalau pun trennya meningkat mungkin karena tiga pilar ini belum seimbang dan terpenting lainnya adalah peran masyarakat untuk menekan itu," kata dia.

Peran keluarga

Dyah mengatakan sekitar 7 persen pengguna yang sudah direhabilitasi memutuskan kembali menggunakan narkoba. Alasan utama umumnya karena dukungan keluarga pasca-rehabilitasi yang minim.

Padahal, kata Dyah, rehabilitasi merupakan proses panjang yang tidak bisa hanya beberapa bulan lalu selesai. Program rehabilitasi harus berkelanjutan untuk memastikan pengguna tak kembali mencandu narkoba. 

"Orang tua dan keluarga adalah motivator dan pengontrol utama. Tidak ada gunanya ketika dia sudah melewati fase rehabilitasi tapi orang tua tidak bisa welcome dan tidak memotivasi," ungkapnya. 

Faktor lain yang bisa memicu pengguna narkoba kembali lagi mencandu setelah direhabilitasi bisa datang dari internal dan eksternal.

Faktor internal lebih kepada kemampuan seseorang menghadapi situasi sementara faktor eksternal ada banyak macam bentuknya. Sebut saja pengaruh lingkungan dan pertemanan atau situasi di dalam rumah yang tak lagi kondusif seperti pertengkaran di dalam keluarga sampai dengan ketidakpedulian orang tua. 

"Makanya penting juga pendidikan bagi orang tua bahwa keluarga adalah tempat terbaik mereka untuk direhabilitasi. Keluargalah yang bisa menjaga agar pengguna tidak kambuh lagi," jelas dia.




(MEL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

5 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA