BIN Minta Polisi Waspadai Potensi Peningkatan Aksi Teror

Whisnu Mardiansyah    •    Senin, 13 Nov 2017 02:32 WIB
polriteroris
BIN Minta Polisi Waspadai Potensi Peningkatan Aksi Teror
Salah satu gedung di Mapolres Dharmasraya yang terbakar karena ulah dua pelaku terduga teroris. Foto:Istimewa.

Jakarta: Badan Intelijen Negera (BIN) meminta semua kepolisian di daerah waspada dan siaga. BIN melihat ada kecenderungan peningkatan aktivitas terorisme di Indonesia.

"Ada peningkatan (aksi terorisme) karena keterlibatan mereka sebelumnya di sejumlah wilayah di Indonesia," kata Direktur Komunikasi dan Informasi BIN Wawan Purwanto saat dihubungi dalam acara Primetime News Metro TV, Minggu 12 November 2017.

Kata Wawan, aparat keamanan terutama petugas kepolisian masih menjadi target utama kelompok teror di Indonesia. Dalam beberapa peristiwa terakhir kecenderungan aksi teror menyasar ke polisi. 

"Ini akan merembet ke sejumlah wilayah. Mereka cenderung meniru. Sejumlah Polres juga diserang," tambah Wawan.

Peristiwa terakhir terjadi di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Gedung Mapolres Dharmasraya dibakar dua orang terduga teroris. Mereka juga menyerang beberapa polisi dengan panah.

Wawan menyebut, meski bukan basis kelompok radikal di tanah air, tapi beberapa  pelaku dan terduga teror ada yang berasal dari Sumbar. BIN masih melakukan upaya penyelidikan dan pendalaman mengungkap kelompok jaringan teror yang menyerang markas polisi Dharmasraya. 
"Sampai sekarang masih terus didalami," imbuhnya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menjelaskan, peristiwa terjadi dini hari tadi sekitar pukul 02.45 WIB. Api diduga berasal dari ruangan belakang Mapolres.

Personil piket SPK Mapolres Dhamasraya melihat gumpalan asap tebal. Seketika petugas coba memadamkan api sembari mencari pertolongan.

Sekitar pukul 03.00 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di Mapolres Dharmasraya untuk memadamkan api yang masih berkobar. 

Saat proses pemadaman, seorang anggota polisi melihat dua orang mencurigakan membawa busur panah di dekat lokasi. Anggota polisi, kata Rikwanto, langsung melakukan pengepungan.

Kedua orang berbaju hitam itu coba melawan dengan melesatkan sejumlah anak panah. Polisi sempat memberi tembakan peringatan agar keduanya menyerah, namun mereka bergeming.

Polres Dharmasraya Sumatera Barat memastikan serangan dan aksi pembakaran terkait dengan aksi terorisme. Indikasi tersebut diperkuat dengan ditemukannya simbol-simbol ISIS di jasad kedua pelaku yang dilumpuhkan petugas.


(DRI)

KPK akan Jemput Setnov dari RSCM?

KPK akan Jemput Setnov dari RSCM?

1 hour Ago

KPK diinformasikan akan menjemput Setya Novanto dari RSCM untuk dibawa ke Rutan KPK. Namun KPK …

BERITA LAINNYA